Saniyya Putri Hendrayana
Institut Agama Islam Rakeyan Santang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Mendongeng Berbasis Seni Ventriloquisme Dalam Menanamkan Akhlak Islami Pada Anak Usia Dini Di Rumah Quran As-Sayid Cindy Febrianthy; Dedeh Kurniasih; Saniyya Putri Hendrayana; Warsali Warsali; Irena Laras; Susilawati Susilawati
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11780

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai moral atau akhlak Islami sejak usia dini, khususnya mengenai adab berbakti kepada orang tua (ibu), melalui metode yang interaktif dan menyenangkan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi serta mendeskripsikan implementasi metode mendongeng berbasis seni ventriloquism (seni suara perut) dalam menanamkan nilai akhlak terhadap ibu pada anak-anak di Rumah Quran (RQ) As-Sayid. Penggunaan teknik ventriloquism dianggap sebagai inovasi dalam pendidikan karakter karena mampu menggabungkan aspek visual, auditori, dan emosional secara simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif selama kegiatan berlangsung, wawancara dengan pendidik, serta dokumentasi berupa catatan lapangan. Fokus observasi meliputi tingkat keterlibatan anak, respons emosional saat mendengarkan cerita, serta kemampuan anak dalam memahami pesan moral yang disampaikan melalui interaksi antara pendongeng dan boneka sebagai media ventriloquism. Analisis data dilakukan secara naratif untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai efektivitas media tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mendongeng dengan teknik ventriloquism sangat efektif dalam menarik perhatian dan meningkatkan antusiasme anak-anak dibandingkan dengan metode konvensional. Interaksi antara tokoh boneka dan pendongeng menciptakan suasana belajar yang hidup sehingga pesan-pesan tentang kasih sayang dan pengabdian kepada ibu dapat diterima dengan baik secara afektif. Anak-anak menunjukkan peningkatan empati dan kesadaran untuk memuliakan ibu mereka, yang terlihat dari refleksi emosional pada akhir sesi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni ventriloquism bukan sekadar hiburan, melainkan media edukasi yang strategis untuk internalisasi nilai-nilai agama pada anak. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat mendorong para pendidik agar lebih kreatif dalam memanfaatkan media seni dalam proses pembelajaran karakter.