Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Konsentrasi Anak Usia 5–6 Tahun Melalui Kegiatan Meronce Huruf Hijaiyah Di TK Fathul Ilmi Aliyah Aliyah; Ade Ismail Fahmi; Cindy Febrianthy
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.94

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan konsentrasi anak usia 5–6 tahun di TK Fathul Ilmi yang ditunjukkan melalui kurangnya perhatian saat pembelajaran, mudah terdistraksi, serta belum mampu menyelesaikan tugas sesuai instruksi guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi anak melalui kegiatan meronce huruf hijaiyah. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B TK Fathul Ilmi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Indikator konsentrasi yang diamati meliputi kemampuan memusatkan perhatian, mengabaikan gangguan, ketekunan dalam menyelesaikan tugas, dan kemampuan mengikuti instruksi. Analisis data menunjukkan bahwa kemampuan konsentrasi anak mengalami perkembangan yang semakin baik pada setiap siklus tindakan yang dilaksanakan. Pada kondisi pra tindakan, persentase anak yang mencapai kriteria berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik sebesar 13%. Setelah diterapkan kegiatan meronce huruf hijaiyah pada Siklus I, persentase meningkat menjadi 40%, dan pada Siklus II meningkat menjadi 87%. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan meronce huruf hijaiyah mampu menciptakan pembelajaran yang menarik, melibatkan aktivitas motorik halus, serta membantu anak memusatkan perhatian secara lebih optimal. Dengan demikian, kegiatan meronce huruf hijaiyah efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan konsentrasi anak usia dini.
Penerapan Metode Gerak Dan Lagu Islami Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Arah Dan Posisi Pada Anak Usia 4–5 Tahun Di PAUD Melati Rohayani Rohayani; Ade Ismail Fahmi; Cindy Febrianthy
Jurnal Ilmu Pendidikan (ILPEN) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Yayasan Azka Hafidz Maulana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3709/ilpen.v5i1.95

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep arah dan posisi pada anak usia 4–5 tahun di PAUD Melati. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan membedakan arah kanan dan kiri, depan dan belakang, serta memahami posisi benda dalam ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal pemahaman konsep arah dan posisi anak, mendeskripsikan penerapan metode gerak dan lagu Islami, serta mengetahui peningkatan pemahaman konsep arah dan posisi setelah diterapkannya metode tersebut. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 anak usia 4–5 tahun di PAUD Melati Semester II Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode gerak dan lagu Islami mampu meningkatkan pemahaman konsep arah dan posisi anak secara bertahap. Pada kondisi awal, ketuntasan belajar anak mencapai 31%, kemudian meningkat menjadi 53% pada Siklus I dan mencapai 85% pada Siklus II. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam memahami arah, menyebutkan posisi dirinya terhadap benda atau teman, serta menirukan gerakan yang menunjukkan arah tertentu. Dengan demikian, metode gerak dan lagu Islami terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep arah dan posisi pada anak usia 4–5 tahun melalui kegiatan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.
Implementasi Mendongeng Berbasis Seni Ventriloquisme Dalam Menanamkan Akhlak Islami Pada Anak Usia Dini Di Rumah Quran As-Sayid Cindy Febrianthy; Dedeh Kurniasih; Saniyya Putri Hendrayana; Warsali Warsali; Irena Laras; Susilawati Susilawati
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11780

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai moral atau akhlak Islami sejak usia dini, khususnya mengenai adab berbakti kepada orang tua (ibu), melalui metode yang interaktif dan menyenangkan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi serta mendeskripsikan implementasi metode mendongeng berbasis seni ventriloquism (seni suara perut) dalam menanamkan nilai akhlak terhadap ibu pada anak-anak di Rumah Quran (RQ) As-Sayid. Penggunaan teknik ventriloquism dianggap sebagai inovasi dalam pendidikan karakter karena mampu menggabungkan aspek visual, auditori, dan emosional secara simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif selama kegiatan berlangsung, wawancara dengan pendidik, serta dokumentasi berupa catatan lapangan. Fokus observasi meliputi tingkat keterlibatan anak, respons emosional saat mendengarkan cerita, serta kemampuan anak dalam memahami pesan moral yang disampaikan melalui interaksi antara pendongeng dan boneka sebagai media ventriloquism. Analisis data dilakukan secara naratif untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai efektivitas media tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mendongeng dengan teknik ventriloquism sangat efektif dalam menarik perhatian dan meningkatkan antusiasme anak-anak dibandingkan dengan metode konvensional. Interaksi antara tokoh boneka dan pendongeng menciptakan suasana belajar yang hidup sehingga pesan-pesan tentang kasih sayang dan pengabdian kepada ibu dapat diterima dengan baik secara afektif. Anak-anak menunjukkan peningkatan empati dan kesadaran untuk memuliakan ibu mereka, yang terlihat dari refleksi emosional pada akhir sesi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni ventriloquism bukan sekadar hiburan, melainkan media edukasi yang strategis untuk internalisasi nilai-nilai agama pada anak. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat mendorong para pendidik agar lebih kreatif dalam memanfaatkan media seni dalam proses pembelajaran karakter.