Mufaro'ah Mufaro'ah
IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Literatur: Perkembangan Bahasa Dan Literasi Anak Usia Dini Siti Aisyah; Supriyani Supriyani; Mufaro'ah Mufaro'ah
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11873

Abstract

Perkembangan bahasa dan literasi merupakan dimensi fundamental dalam pendidikan anak usia dini yang menjadi fondasi kecakapan komunikasi, kemampuan berpikir, interaksi sosial, dan kesiapan belajar pada jenjang selanjutnya. Permasalahan yang melatarbelakangi kajian ini meliputi masih dominannya pemaknaan literasi secara sempit, yaitu sebatas penguasaan calistung secara formal, adanya tuntutan akademik dari orang tua yang kerap tidak selaras dengan tahap perkembangan anak, serta mendesaknya kebutuhan akan strategi pembelajaran literasi yang bermakna dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan bahasa dan literasi anak usia dini, mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perkembangannya, serta merumuskan strategi pengembangan yang relevan dan aplikatif bagi orang tua, pendidik, dan lembaga PAUD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data mencakup 15 artikel jurnal ilmiah nasional bereputasi yang ditelusuri melalui Google Scholar dan SINTA, serta buku referensi sebagai penguat landasan konseptual. Seleksi sumber dilakukan berdasarkan kriteria relevansi topik, kualitas ilmiah, dan rentang publikasi tahun 2020–2026. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data secara tematik, dan penarikan simpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa dan literasi anak usia dini dipengaruhi secara sinergis oleh keterlibatan aktif keluarga, peran strategis pendidik, lingkungan belajar yang kaya literasi, penerapan metode bermain dan read aloud, serta pemanfaatan media pembelajaran dan teknologi digital secara terbimbing. Literasi awal seyogianya dikembangkan melalui kegiatan yang aktif, dialogis, dan selaras dengan tahap perkembangan anak, bukan melalui pemaksaan penguasaan calistung yang prematur dan tidak kontekstual.
Studi Literatur Program Stimulasi Bahasa Anak Usia Dini Berbasis Loose Parts Di PAUD Siti Kholijah; Syarah Syahriza; Mufaro'ah Mufaro'ah
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11896

Abstract

Bahasa merupakan fondasi esensial dalam pendidikan anak usia dini yang meliputi kecakapan menyimak, bertutur, mengenali lambang, membaca awal, dan menulis permulaan. Latar belakang persoalan dalam kajian ini adalah masih mendominasinya metode pengajaran bahasa di PAUD yang cenderung seragam dan minim variasi sehingga anak belum memperoleh kesempatan yang cukup untuk menggunakan bahasa secara aktif dan kontekstual sesuai dengan situasi nyata. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan konsep program stimulasi bahasa anak usia dini berbasis loose parts di PAUD, memetakan bentuk-bentuk kegiatan loose parts yang relevan dalam menumbuhkan kemampuan berbahasa anak, serta merumuskan peran strategis guru dalam mendayagunakan loose parts sebagai media stimulasi bahasa yang efektif. Kajian ini menerapkan metode studi literatur sistematis melalui penelaahan berbagai artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan sumber-sumber ilmiah relevan yang dipublikasikan dalam satu dekade terakhir. Temuan kajian memperlihatkan bahwa loose parts merupakan media yang terbukti efektif dalam menstimulasi kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif anak karena bersifat konkret, terbuka, serta secara alami mendorong munculnya komunikasi yang bermakna. Ragam kegiatan yang dipandang relevan mencakup aktivitas menamai dan mendeskripsikan benda, bernarasi berdasarkan hasil karya yang dibuat, pengenalan literasi awal berbasis simbol dan huruf, serta eksplorasi berbasis STEAM menggunakan loose parts. Peran guru sebagai perancang lingkungan yang kaya bahasa, fasilitator dialog yang aktif, dan penilai perkembangan bahasa anak menjadi penentu utama keberhasilan program ini. Kajian ini meneguhkan bahwa loose parts tidak semata-mata berfungsi sebagai alat bermain, melainkan juga berpotensi menjadi program stimulasi bahasa yang terstruktur dan bermakna apabila direncanakan secara sadar dan terukur oleh pendidik PAUD.
Studi Literatur: Pengembangan Bahasa Dan Literasi Anak Usia Dini Melalui Metode Read Aloud Dan Mendongeng Nabila Nabila; Puspa Sari; Mufaro'ah Mufaro'ah
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11897

Abstract

Kemampuan bahasa dan literasi merupakan fondasi perkembangan anak usia dini yang perlu distimulasi melalui metode pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan usia anak. Permasalahan yang diangkat dalam kajian ini adalah rendahnya kemampuan bahasa dan literasi anak usia dini yang disebabkan oleh terbatasnya variasi metode pembelajaran, khususnya kurang optimalnya pemanfaatan pendekatan berbasis cerita. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kontribusi metode read aloud dan mendongeng dalam mengembangkan kemampuan bahasa dan literasi anak usia dini melalui pendekatan studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber kepustakaan berupa artikel jurnal ilmiah, prosiding, dan buku yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitik. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode read aloud terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif, bahasa ekspresif, kosakata, pemahaman cerita, dan keterampilan berbicara anak usia dini. Sementara itu, metode mendongeng memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan literasi naratif, imajinasi, komunikasi lisan, minat membaca, dan rasa percaya diri anak. Integrasi kedua metode tersebut membentuk strategi pembelajaran literasi awal yang komprehensif karena mencakup tiga proses utama, yaitu pemaparan bahasa, pemaknaan interaktif, dan ekspresi diri anak. Keberhasilan penerapan kedua metode ini ditentukan oleh kompetensi guru, ketepatan pemilihan media, keterlibatan orang tua, dan dukungan komunitas sekitar. Kajian ini menegaskan bahwa read aloud dan mendongeng merupakan dua metode yang saling melengkapi dan memiliki potensi besar dalam membangun pengalaman literasi awal yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Literasi Berbasis Bermain Dalam Pembelajaran Anak Usia Dini: Kajian Kepustakaan Bismi Oktamadani Rasuliana; Mahrani Mahrani; Mufaro'ah Mufaro'ah
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan konsep literasi berbasis bermain dalam pembelajaran anak usia dini, menganalisis berbagai strategi bermain yang mendukung pengembangan literasi awal, serta mengidentifikasi tantangan implementasinya di lembaga PAUD. Masalah utama yang diangkat adalah masih dominannya pendekatan literasi konvensional yang bersifat mekanis dan akademis formal di satuan PAUD sehingga kurang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini yang belajar melalui pengalaman bermain secara aktif dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional yang telah melalui proses peer review, prosiding seminar ilmiah, buku referensi, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan, yang ditelusuri melalui Google Scholar, SINTA, dan Portal Garuda dengan rentang publikasi sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan melalui analisis isi, perbandingan antarsumber, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi anak usia dini bersifat multidimensional, mencakup kemampuan menyimak, berbicara, mengenali simbol, memahami gambar, mengembangkan kosakata, dan membangun makna melalui interaksi sosial. Berbagai strategi bermain, seperti bermain peran, permainan kata, storytelling, big book, permainan tradisional, dan eksplorasi lingkungan, terbukti secara konsisten mendukung perkembangan kosakata, kesadaran fonologis, pemahaman naratif, dan keterlibatan aktif anak. Keberhasilan literasi berbasis bermain sangat ditentukan oleh kualitas fasilitasi guru, ketersediaan media yang beragam, serta dukungan lingkungan belajar yang kaya akan stimulasi bahasa. Kajian ini menegaskan bahwa literasi berbasis bermain merupakan pendekatan pedagogis yang paling selaras dengan prinsip perkembangan anak usia dini.
The Role Of Storytelling In Supporting Language And Early Literacy Development In Early Childhood: A Literature Review Hakiki Putri; Mufaro'ah Mufaro'ah
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi Mei)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v8i1.11901

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana mendongeng mendukung perkembangan bahasa dan literasi awal pada anak usia dini melalui tinjauan literatur sistematis terhadap 27 referensi ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2017 hingga 2026. Penelitian ini menjawab pertanyaan mendasar tentang peran pedagogis mendongeng dalam mendukung perkembangan kosakata, pemahaman menyimak, kemampuan komunikasi lisan, kompetensi naratif, kesadaran cetak, dan orientasi motivasional terhadap keterlibatan literasi. Dengan menggunakan analisis konten kualitatif, penelitian ini secara sistematis mengidentifikasi, mengodekan, dan menginterpretasikan pola-pola berulang di berbagai konteks penelitian, termasuk setting pendidikan anak usia dini di Indonesia, kelas English as a Foreign Language (EFL), dan lingkungan pendidikan multibahasa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mendongeng secara konsisten meningkatkan kemampuan reseptif dan ekspresif bahasa anak dengan memberikan input linguistik yang kaya dan kontekstual melalui kosakata, pola kalimat, model pengucapan, dan struktur naratif. Anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan mendongeng menunjukkan peningkatan yang terukur dalam pemahaman menyimak, penguasaan kosakata, kefasihan berbicara, konstruksi kalimat, koherensi naratif, dan kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Penelitian ini lebih lanjut mengungkapkan bahwa mendongeng berfungsi sebagai jembatan transisi yang menghubungkan bahasa lisan dan literasi formal dengan memperkenalkan anak pada organisasi naratif, pemaknaan cerita, kesadaran cetak, dan kepekaan fonologis. Efektivitas mendongeng semakin meningkat ketika diimplementasikan secara interaktif melalui teknik scaffolding, pertanyaan terbimbing, media visual, alat digital, dan aktivitas menceritakan kembali yang terstruktur pada fase pra-mendongeng, selama mendongeng, dan pasca-mendongeng. Baik format mendongeng tradisional maupun digital, bersama dengan pendekatan dramatis dan kreatif, berkontribusi secara signifikan terhadap hasil literasi awal ketika pendidik memberikan penyampaian yang ekspresif, pemilihan cerita yang tepat, dan pengalaman tindak lanjut yang terarah. Penelitian ini merekomendasikan agar pendidik anak usia dini memasukkan mendongeng sebagai komponen reguler, terencana, dan bertujuan dalam pembelajaran bahasa dan literasi sehari-hari, dengan memilih narasi yang relevan secara budaya dan sesuai dengan usia anak serta mengimplementasikan siklus mendongeng terstruktur yang mengintegrasikan persiapan kosakata, narasi interaktif, dan kegiatan tindak lanjut.