Nazaruddin Khuluk
Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Krisnadwipayana

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN EKOLOGI ARSITEKTUR PADA BANGUNAN DIKAWASAN YAYASAN BAMBU INDONESIA Architectural Ecological Study Of Buildings In The Indonesian Bamboo Foundation Area Anggi Junika; Nazaruddin Khuluk
Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana
Publisher : Universitas Krisnadwipayana, Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jia.v8i1.774

Abstract

Keberlanjutan dalam arsitektur modern menjadi perhatian utama dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Arsitektur tradisional Sunda memiliki nilai ekologi yang relevan, seperti yang diterapkan di Yayasan Bambu Indonesia, Kabupaten Bogor. Penelitian ini mengkaji bagaimana arsitektur tradisional Sunda berkontribusi terhadap keberlanjutan dengan pendekatan ekologi.Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus pada bangunan di Yayasan Bambu Indonesia. Analisis dilakukan berdasarkan teori arsitektur ekologi dari Frick (2007), Widigdo (2008), dan Metallinaou (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan dicapai melalui beberapa prinsip: (1) pemeliharaan sumber daya alam dengan penempatan massa bangunan di pinggiran tapak, (2) pengelolaan tanah, air, dan udara dengan adaptasi terhadap kontur, sistem resapan air, dan ruang hijau, (3) penggunaan sistem bangunan hemat energi dengan atap berventilasi dan bukaan optimal, (4) pemanfaatan material lokal seperti bambu dan kayu, (5) pengolahan limbah secara terintegrasi, (6) peningkatan kualitas udara dengan vegetasi, serta (7) penerapan teknologi ramah lingkungan.
Analisis Golden Section Pada Desain Tribun Utama Jakarta International Equestrian Park (JIEP) Endar Sudarno; Nazaruddin Khuluk
Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana
Publisher : Universitas Krisnadwipayana, Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jia.v8i2.783

Abstract

Jakarta International Equestrian Park (JIEP) is an international-scale equestrian sports facility featuring a grandstand design with well-balanced proportions. This study aims to analyze the application of the Golden Section (Golden Ratio) in the design of JIEP's main grandstand to determine the extent to which the Golden Section principles are implemented in its architectural design. The research employs a quantitative descriptive method, utilizing the Photo Match feature in SketchUp to reconstruct a three-dimensional model of the grandstand based on collected photographs. To enhance accuracy, direct measurements were also conducted using a laser distance meter. The analysis results indicate that while certain design elements of the grandstand align with the Golden Ratio, the application is not entirely consistent. This study provides new insights into the relevance of the Golden Section principle in the design of modern sports facilities.
STRUKTUR SEBAGAI ARSITEKTUR PADA BANGUNAN JAKARTA INTERNATIONAL EQUESTRIAN PARK Structure As Architecture In The Jakarta International Equestrian Park Nazaruddin Khuluk; Widhy Santoso
Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana
Publisher : Universitas Krisnadwipayana, Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jia.v9i1.789

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran struktur sebagai elemen arsitektur pada Jakarta International Equestrian Park (JIEP), di mana struktur tidak hanya berfungsi sebagai penyalur beban, tetapi juga membentuk identitas visual bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip struktur sebagai arsitektur berdasarkan teori Vitruvius (Firmitas, Utilitas, Venustas) dan Andrew Charleson yang mengklasifikasikan hubungan struktur-arsitektur dalam tiga kategori: sintesis, keselarasan, dan kontras. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan observasi langsung dan studi literatur dari buku Structure as Architecture (2016) serta sumber akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JIEP berhasil mengintegrasikan fungsi teknis dan estetika melalui penerapan disain struktur dan sistem rangka bentang lebar yang menonjolkan keselarasan skala, ritme, serta ekspresi struktural. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa struktur dapat menjadi elemen arsitektur yang memberikan nilai tambah estetika sekaligus memperkuat identitas bangunan.
Penelitian Arsitektur Studi Kasus: Evaluasi Kenyamanan Termal dan Kebisingan pada Ruang Kerja Direktorat Perundingan ASEAN Septiva Setia Putri; Nazaruddin Khuluk
Jurnal Ilmiah Arjouna: Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana Vol 9 No 2 (2025): ARJOUNA : Architecture and Environment Journal of Krisnadwipayana
Publisher : Universitas Krisnadwipayana, Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/jia.v9i2.795

Abstract

This study evaluates thermal comfort and noise levels in the workspace of the ASEAN Negotiation Directorate at the Ministry of Trade of the Republic of Indonesia. Indoor environmental comfort significantly affects employee productivity and health, yet it often declines due to spatial layout changes and suboptimal HVAC system performance. The research method involves direct measurements of air temperature, relative humidity, and noise levels using standard instruments, as well as the collection of employee perceptions through questionnaires. The measured data are analyzed and compared with the Indonesian National Standards (SNI 03-6572-2001 for thermal comfort and SNI 03-6386-2000 for noise comfort). The results of this study are expected to provide recommendations for improving the quality of the working environment through enhancements to the ventilation system and the acoustic design of the workspace.