Building a culture of discipline in Islamic schools has become increasingly challenging in the digital era, as schools need to integrate consistent rule enforcement, students’ psychological needs, Islamic values, and the use of technology in educational management. This study aims to describe and analyze Generation Z leadership strategies in building a culture of discipline and to evaluate the implementation of persuasive approaches and the use of digital instruments at SDIT Al-Fattah Sukahurip, Tasikmalaya Regency. This study employed a qualitative descriptive approach. The study involved three informants: the principal, the vice principal for student affairs, and the vice principal for curriculum, who were selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings indicate that Generation Z leadership is characterized by humanistic, persuasive, communicative, and collaborative approaches supported by the use of digital technology for coordinating and monitoring school activities. These strategies are implemented through religious habituation activities, exemplary leadership, routine evaluations, and the reinforcement of spiritually grounded disciplinary values. Digital instruments support communication and the monitoring of school activities, while persuasive approaches encourage the development of self-discipline without creating psychological pressure. These findings indicate that Generation Z leadership contributes to building an adaptive and humanistic culture of discipline that is aligned with Islamic values within the school environment. ABSTRAK Tantangan membangun budaya disiplin di sekolah Islam pada era digital semakin kompleks karena sekolah perlu mengintegrasikan ketegasan aturan, kebutuhan psikologis peserta didik, nilai-nilai keislaman, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepemimpinan Generasi Z dalam membangun budaya disiplin serta mengevaluasi penerapan pendekatan persuasif dan pemanfaatan instrumen digital di SDIT Al-Fattah Sukahurip Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian berjumlah tiga orang, yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Gen Z diterapkan melalui pendekatan humanis, persuasif, komunikatif, dan kolaboratif yang didukung oleh pemanfaatan teknologi digital dalam koordinasi dan monitoring kegiatan sekolah. Strategi tersebut diwujudkan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan, keteladanan, evaluasi rutin, serta penguatan nilai-nilai kedisiplinan berbasis spiritual. Pemanfaatan instrumen digital mendukung komunikasi dan pengawasan kegiatan sekolah, sedangkan pendekatan persuasif mendorong tumbuhnya kesadaran disiplin dari dalam diri tanpa tekanan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Gen Z berkontribusi dalam membangun budaya disiplin yang adaptif, humanis, dan selaras dengan nilai-nilai keislaman di lingkungan sekolah.