Ulfi Wisa Belinda
Sekolah Tinggi Agama Islam Idrisiyyah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE CONCEPT OF ISLAMIC FAMILY WELFARE (Islamic Economic Perspective Approach) Iman Fauzi Sudirman; Ulfi Wisa Belinda; Eli Herlina Khoirunnisa; Emi Sriwahyuni; Nurhasanah
Jurnal Aghniya Vol. 8 No. 2 (2025): Islamic Economics and Banking Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64565/aghniya.v8i2.14

Abstract

This study examines the concept of Islamic family well-being, utilizing an Islamic economic approach. Islamic family well-being represents an ideal state that harmonizes spiritual, material, social, and moral needs, aiming to achieve worldly happiness and eternal salvation (falah). The research employs a literature review method, analyzing primary sources such as the Qur'an and Hadith, along with secondary references including books, journals, and relevant articles. The findings reveal that the concept of family well-being in Islam is grounded in the maqashid syariah framework, which encompasses the protection of religion (hifz al-din), life (hifz al-nafs), intellect (hifz al-‘aql), lineage (hifz al-nasl), and wealth (hifz al-mal). Islamic well-being is categorized into three dimensions: material, relational, and ethical. The spiritual aspect is the foundation of Islamic well-being, with religious education, worship practices, and the cultivation of individual piety serving as critical components for maintaining balance in family life. This conclusion, Islamic family well-being integrates spiritual and material values, promotes harmony within the family, and contributes positively to the development of a just and sustainable society. This research is particularly significant in addressing contemporary socio-economic challenges.
Dinamika Pendidikan Era Digital Pada Kondisi Kelas dan Infrastruktur Jaringan Internet SDN Cijambe 03 Garut Tsalisa Fauziah; Ulfi Wisa Belinda; Tsani Tsamrotul Fuadah
JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi) Vol. 7 No. 3 (2026): JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpetisi.v7i3.5860

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan pembelajaran digital di SDN Cijambe 03 Garut yang mencakup keterbatasan akses teknologi, jaringan infrastruktur, serta dampaknya terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali strategi yang digunakan guru dalam mengatasi tantangan tersebut, menganalisis pengaruh keterbatasan akses teknologi terhadap kreativitas siswa, serta mengidentifikasi factor pendukung dan penghambat dalam penerapan teknologi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data utama berupa kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, serta didukung oleh observasi kegiatan pembelajaran dan kondisi sarana dan prasarana. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen – dokumen sekolah. Teknik analisis data dilakukan secara induktif melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, yang diverifikasi secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi adaptif seperti penggunaan media sederhana, pembelajaran berbasis tugas kreatif, serta kolaborasi dengan orangtua untuk mengatasi keterbatasan teknologi. Keterbatasan akses teknologi dan jaringan berdampak pada kurang optimalnya pengembangan kreativitas siswa, meskipun beberapa siswa tetap menunjukkan kemampuan adaptif. Faktor pendukung meliputi komitmen guru dan dukungan sekolah, sedangka faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas dan akses internet. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan peningkatan sarana dan prasarana serta pelatihan guru secara berkelanjutan, dan disarankan adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait untuk optimalisasi pembelajaran digital.