Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Bangunan Sederhana dan Tahan Gempa SDN 7 Sape Kabupaten Bima Dewandha Mas Agastya; Fera Fitri Salsabila; Nyoman Merdana; Pathurahman; Evrianti Syntia Dewi; Hariyadi; Ni Nyoman Kencanawati
Jurnal Atma Inovasia Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v6i4.14234

Abstract

Bima Regency is an area with significant earthquake risk, making the application of earthquake – resistant construction principles in educational facilities essential. However, the understanding of construction workers and the local community regarding technical standards for earthquake – resistant buildings is still limited. This community service activity aimed to improve knowledge and implementation of simple earthquake – resistant construction principles in school facility development at SD Negeri 7 Sape, Bima Regency. The methods included socialization activities on the technical requirements of earthquake – resistant buildings followed by direct supervision and assistance during construction work. The materials delivered covered building material quality, structural dimensions and elements, structural connections, and construction workmanship quality. The results showed an improvement in workers and community members understanding of earthquake – resistant construction principles and better application of structural details, such as proper stirrup spacing, adequate concrete cover, and the use of 135˚ stirrup hooks. The activity also increased awareness regarding the importance of material quality and accuracy in construction work. Therefore, this community service program contributes positively to improving the quality of simple earthquake – resistant buildings and supports disaster risk education efforts in educational facilities.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN DESAIN BANGUNAN RUMAH DAN SEKOLAH TAHAN GEMPA DENGAN INOVASI BALUTAN LAPISAN FEROSEMEN PADA TEMBOK DI DESA SEGARA KATON KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA Buan Anshari; Atas Pracoyo; Hariyadi Hariyadi; Evrianti Syntia Dewi; Is Karyanto; Senja Madani Anriana
Jurnal Pepadu Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v7i1.8906

Abstract

Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, berada pada posisi dekat pertemuan dua lempeng yaitu Lempeng Indo-Australia di bagian selatan dan Lempeng Eurasia di bagian utara merupakan wilayah yang rawan terjadi terjadi gempa bumi dan tsunami. Daerah Lombok Utara dan Lombok Timur merupakan daerah yangh terdampak cukup besar akibat gempa yang berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang terjadi pada tanggal 29 Juli 2018. Gempa tersebut bersumber dari aktivitas sesar naik Flores di utara Lombok hingga ke Sumbawa, NTT. Mengingat banyaknya korban jiwa dan bangunan rumah yang rusak atau hancur maka daerah yang berdampak dijadikan sebagai lokasi mitra dalam kegiatan sosialisasi di Desa Segara Katon Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan yang dilakukan berupa Workshop Desain Bangunan Rumah dan Sekolah Tahan Gempa dengan Inovasi Balutan Ferosemen pada Dinding, bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana cara merencanakan suatu bangunan yang aman terhadap bahaya gempa. Masyarakat diberikan panduan teknis  dalam merencanakan, mendesain dan melaksanakan suatu bangunan yang aman terhadap gempa bumi, serta diberikan pemahaman bagaimana memperkuat tembok dengan lapisan foresemen. Pelatihan telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Juli 2025 di Kantor Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini. Peserta terdiri dari tukang bangunan, mandor dan kontraktor lokal yang dari masing – masing dusun yang ada di Desa Segara Katon. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi terkait aspek teknis pemasangan ferosemen, keawetan material, dan biaya jika dibandingkan dengan metode konvensional. Diskusi interaktif ini menujukkan bahwa masyarakat menaruh perhatian besar pada keamanan bangunan pada daerah rawan gempa.