Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Besaran Tarif Pajak dan Tingkat Pendapatan terhadap Kepatuhan Pembayaran Pajak Bermotor dengan Kemampuan Membayar Sebagai Variabel Intervening Muhamad Rifky; C. Tri Widiastuti; Prianka Ratri Nastiti
Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis dan Ekonomi Kreatif Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Manajemen, Bisnis dan Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/d2ystg16

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Besaran Tarif Pajak dan Tingkat Pendapatan terhadap Kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui Kemampuan Membayar sebagai variabel intervening pada wajib pajak kendaraan bermotor di Samsat Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEMPLS) menggunakan bantuan aplikasi SmartPLS 4.0. Sampel penelitian terdiri dari 200 wajib pajak kendaraan bermotor yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan melalui evaluasi model pengukuran (outer model) evaluasi model strktural (inner model), serta pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Besaran Tarif Pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap Kemampuan Membayar. Tingkat Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemampuan Membayar. Kemampuan Membayar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. Selain itu, Besaran Tarif pajak dan Tingkat Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. Kemampuan membayar terbukti mampu memediasi pengaruh Besaran Tarif Pajak dan Tingkat Pendapatan terhadap Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi wajib pajak memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Wajib pajak dengan kemampuan finansial yang lebih baik cenderung lebih mampu memenuhi kewajiban perpajakannya secara tepat waktu.