Nabila All Anjari
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA (BLT-DD) DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN: ANALISIS KETEPATAN SASARAN DI KABUPATEN NGANJUK Ana Nafisatin Ilma; Nabila All Anjari; Firre An Suprapto; Indah Prabawati
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 6 No. 02 (2026): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v6i02.2745

Abstract

Kemiskinan tetap menjadi tantangan pembangunan multidimensional yang krusial, termasuk di wilayah Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan mengevaluasi ketepatan sasaran Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dalam kerangka pengentasan kemiskinan di Kabupaten Nganjuk. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data bersumber dari literatur ilmiah, regulasi pemerintah, serta data statistik resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun angka kemiskinan di Kabupaten Nganjuk mengalami tren penurunan hingga mencapai 10,17 persen pada Maret 2024, jumlah penduduk rentan masih signifikan. Implementasi BLT-DD secara operasional telah berjalan melalui mekanisme Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dengan tren penurunan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 27.842 pada tahun 2021 menjadi 19.862 pada tahun 2024. Ditinjau dari teori George C. Edward III, variabel komunikasi dan sumber daya manusia masih memerlukan optimalisasi guna menjamin efektivitas program. Meskipun secara umum dinilai cukup tepat sasaran, tantangan berupa inclusion error dan exclusion error masih ditemukan akibat fluktuasi kondisi ekonomi dan kendala pembaruan data kesejahteraan sosial. Program ini terbukti memberikan dampak positif jangka pendek terhadap daya beli rumah tangga, namun memerlukan integrasi dengan program pemberdayaan ekonomi untuk menciptakan kemandirian masyarakat yang berkelanjutan.