Penyelidikan saat ini didorong oleh pentingnya kinerja karyawan sebagai penentu kritis keberhasilan organisasi, terutama di organisasi publik yang menyediakan layanan penting. Unsur internal, termasuk motivasi kerja, disiplin kerja, dan pengembangan karier, dianggap dapat meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini menawarkan wawasan bagi para pembuat kebijakan untuk mengembangkan langkah-langkah yang lebih efektif untuk meningkatkan hasil kerja karyawan perusahaan publik. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif deskriptif melalui penerapan analisis regresi linier berganda. Pengumpulan data dilakukan melalui distribusi kuesioner kepada 45 responden karyawan, diikuti dengan analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut memberikan pengaruh yang substansial terhadap kinerja karyawan, sebagaimana dibuktikan dengan nilai F sebesar 28,833 dan tingkat signifikansi 0,000. Motivasi kerja memberikan pengaruh minimal, disiplin kerja menunjukkan pengaruh positif yang cukup besar, dan kemajuan karir menunjukkan dampak negatif yang tidak signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 65,5% menunjukkan bahwa variasi dalam kinerja karyawan dapat dikaitkan dengan variabel yang diteliti, sedangkan variasi lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar cakupan penelitian ini. Temuan penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa motivasi kerja dan pengembangan karir tidak secara konsisten menghasilkan pengaruh parsial yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa inisiatif peningkatan kinerja harus fokus pada penguatan protokol disiplin dan kerangka kerja pengawasan.