Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Makna Nyanyian Lagu Sitalasari dalam Acara Tradisi Pernikahan Adat Batak Simalungun Apriliani Daely; Aulia Hasanah; Retno Anggelica Aini; Riva Amanda; Shela Jenari Marbun; Ayu Nadira Wulandari
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8150

Abstract

Lagu Sitalasari merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang terdapat dalam tradisi pernikahan adat Batak Simalungun. Lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dalam upacara adat, tetapi juga mengandung berbagai nilai budaya dan pesan moral yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam lirik lagu Sitalasari yang dinyanyikan dalam tradisi pernikahan adat Batak Simalungun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa lirik lagu Sitalasari yang dianalisis berdasarkan makna yang terkandung di dalamnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi terhadap sumber-sumber yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu Sitalasari mengandung berbagai nilai budaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Batak Simalungun, seperti nilai penghormatan terhadap orang tua, pentingnya menjaga adat istiadat, serta harapan akan kehidupan rumah tangga yang harmonis bagi pasangan pengantin. Selain itu, lagu ini juga memiliki fungsi sosial sebagai media penyampaian nasihat dan doa dalam upacara pernikahan adat. Dengan demikian, lagu Sitalasari tidak hanya memiliki nilai estetika sebagai karya seni musik tradisional, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan budaya dalam kehidupan masyarakat Batak Simalungun.
Ideologi dan Relasi Kuasa dalam Pemberitaan Kematian Gajah Sumatera: Kajian Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Apriliani Daely; Aulia Hasanah; Retno Anggelica Aini; Riva Amanda; Shela Jenari Marbun; Dewi Arisnofita
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rjdnef97

Abstract

This study aims to analyze ideology and power relations in the reporting of the death of a Sumatran elephant in Riau using Teun A. Van Dijk's Critical Discourse Analysis model. This study employed a qualitative approach, using data from three purposively selected online news texts. Data collection was conducted through documentation, while data analysis encompassed the text's macrostructure, superstructure, and microstructure, as well as dimensions of social cognition and social context. The results show that the media framed the event as a crime against protected animals and an ecological tragedy. The dominance of official sources reinforced the legitimacy of state institutions, while the use of emotional lexicon and passive voice created a dramatic effect while obscuring the perpetrators. These findings confirm that the reporting is not neutral, but rather represents power relations and specific ideological tendencies in conservation issues.
Alienasi Karl Marx dalam Cerpen Surau di Sebelah Masjid Karya Raudah Jambak: Ketika Tradisi Tergusur oleh Modernisasi Apriliani Daely; Korintus Simanjuntak; Wina Etami
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Maret, Local Culture and Traditions
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v9jf8w19

Abstract

This article aims to analyze the phenomenon of alienation that occurs in the short story Surau di Sebelah Masjid by Raudah Jambak through the perspective of Karl Marx's alienation theory. Modernization that has penetrated the lives of traditional communities has caused social and cultural alienation marked by the loss of spiritual values and the breakdown of social relations. Using a sociology of literature approach and qualitative analysis methods, this study found that the alienation experienced by the characters in the short story reflects four forms of alienation according to Marx, namely alienation from the results of work, the work process, fellow human beings, and oneself. The results of this study indicate that modernization not only brings material changes, but also triggers an identity crisis and the loss of social solidarity in a society that adheres to tradition.