Yohanes Rahadi Nugroho
Universitas Sebelas Maret Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Pendidikan Pancasila Menanamkan Nilai Toleransi di SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Solo Yohanes Rahadi Nugroho; Raharjo; Yudi Ariana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8888

Abstract

Interaksi peserta didik yang heterogen dari segi agama, suku, dan latar belakang sosial-ekonomi di SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Solo berpotensi memunculkan kelompok pertemanan eksklusif dan ungkapan stereotip apabila tidak diimbangi penanaman nilai toleransi yang sistematis, sementara kajian terdahulu masih membahas pendidikan toleransi secara umum dan belum menyoroti secara spesifik peran guru Pendidikan Pancasila sebagai aktor utamanya. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Pancasila sebagai pendidik nilai teladan dan fasilitator, serta proses penanaman nilai-nilai toleransi di sekolah tersebut. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk metodologi penelitian, data digali dari 2 guru pengajar materi Pendidikan Pancasila, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, dan peserta didik kelas 7 dan 8 melalui wawancara, observasi partisipatif pasif, angket terbuka, dan dokumentasi. Data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik untuk mendapatkan keabsahan data tersebut, kemudian dianalisis mengikuti model dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila menjalankan peran sebagai pendidik nilai teladan secara konsisten dan kolektif melalui sikap adil dan tidak diskriminatif, serta sebagai fasilitator melalui metode pembelajaran yang variatif dan pembentukan kelompok lintas latar belakang; proses penanaman nilai toleransi berlangsung sistematis melalui tahap perencanaan berbasis Modul Ajar, pelaksanaan di dalam dan luar kelas, serta evaluasi berlapis yang melibatkan refleksi mingguan dan orang tua. Simpulan penelitian ini adalah keteladanan kolektif guru dan perencanaan kelembagaan yang matang berkontribusi signifikan terhadap terciptanya iklim sekolah inklusif; penelitian lanjutan disarankan memperluas cakupan pada sekolah dengan karakteristik berbeda untuk memperkaya generalisasi temuan.