Moh Rifqi Maulana Hakim
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Peran Apron Movement Control (AMC) Dalam Mitigasi Risiko Foreign Object Debris (FOD) di Area Sisi Udara Terminal 1 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Moh Rifqi Maulana Hakim; Kifni Yudianto
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8950

Abstract

Keberadaan Foreign Object Debris (FOD) di area sisi udara merupakan salah satu potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan. Dalam konteks tersebut, Apron Movement Control (AMC) memiliki peran penting dalam melaksanakan pengawasan operasional serta pengendalian FOD melalui kegiatan inspeksi, pemantauan area apron, dan koordinasi dengan unit terkait. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran AMC dalam mitigasi risiko FOD, mendeskripsikan prosedur pelaksanaan pengendalian FOD, mengidentifikasi kendala operasional yang dihadapi, serta menganalisis upaya optimalisasi mitigasi risiko FOD di Terminal 1 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas satu Koordinator AMC, 3 petugas AMC, dan 1 petugas Injourney Aviation Services (IAS). Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi risiko FOD oleh AMC dilaksanakan melalui inspeksi rutin, penanganan dan pelaporan setiap temuan FOD, serta koordinasi dengan IAS, Ground Handling, dan unit operasional lainnya. Kendala yang dihadapi meliputi tingginya aktivitas operasional serta masih perlunya peningkatan kesadaran seluruh personel dalam menjaga kebersihan area sisi udara. Upaya optimalisasi dilakukan melalui penguatan koordinasi antar unit, pelaksanaan inspeksi rutin secara konsisten, evaluasi berkelanjutan, serta penguatan budaya keselamatan guna mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.