Nugget ayam sangat disukai anak-anak usia sekolah yaitu usia 5-7 tahun. Untuk meningkatkan kebutuhan gizi dan daya minat pada nugget terutama anak-anak dibuat modifikasi tepung tambahan. Penambahan tepung daun kelor, rumput laut merah, tepung pisang serta substitusi tepung tulang ikan gabus dikarenakan bahan pangan tersebut banyak mengandung nutrisi salah satunya adalah kalsium dan fosfor. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak kelompok. Penelitian ini dilakukan pada 30 anak. Uji organoleptik dilakukan untuk menilai warna, rasa, aroma dan tekstur. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata antara F0, F1 dan F2 pada semua karakteristik (warna, aroma, tekstur, rasa) dengan nilai p-value <0.05. Hasil penelitian menunjukkan anak-anak lebih menyukai formula F1 tepung daun kelor 22.2%, tepung rumput laut 33,3%, tepung pisang 44,4% tepung tulang ikan gabus 6%. Sedangkan F2 mengandung tepung daun kelor 25%, rumput laut merah 33.3%, tepung pisang 41,7% serta tepung tulang ikan gabus sebesar 9%. Penelitian ini membuktikan bahwa penambahan bahan tepung daun kelor, rumput laut merah, tepung pisang serta substitusi tepung tulang ikan gabus kedalam adonan nugget ayam dapat meningkatkan kandungan nutrisi diantaranya kalsium dan fosfor.