Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Peran Kelompok Teman Sebaya dengan Perilaku Bullying pada Anak Kelas IV dan V Sekolah Dasar Catharina Amalia; Komala Sari; Lili Sartika; Dea Muspratiwi
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Tanjungpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59870/8dcs7b73

Abstract

Perilaku bullying merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada anak usia sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, maupun akademik anak. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku bullying adalah kelompok teman sebaya. Interaksi yang intens dengan teman sebaya dapat membentuk sikap, perilaku, serta pola hubungan sosial anak di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak kelas IV dan V di SDN 008 Tanjungpinang Timur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV dan V di SDN 008 Tanjungpinang Timur. Sampel penelitian berjumlah 49 responden yang dipilih menggunakan Teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner mengenai peran kelompok teman sebaya dan perilaku bullying. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak kelas IV dan V di SDN 008 Tanjungpinang Timur dengan nilai p value = 0,003 (p ≤ 0,05) dan koefisien korelasi r = -0,415 yang menunjukkan kekuatan hubungan sedang dengan arah negatif. Hal ini berarti semakin baik peran kelompok teman sebaya, maka perilaku bullying pada anak cenderung semakin rendah.
Health Literacy, Socio-Cultural Capital, and Household Financial Resilience: Evidence from Indonesia Cian Ibnu Sina; Ernawati; Komala Sari
Journal of Economicate Studies Vol. 10 No. 2 (2026): Journal of Economicate Studies
Publisher : Islamicate Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32506/joes.v10i2.960

Abstract

Rising living costs and economic uncertainty threaten household financial resilience in Indonesia. This study analyzes the influence of health literacy and socio-cultural capital on household financial resilience in Indonesia. Using cross-sectional data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) wave 5 conducted in 2014-2015 with 5,269 household observations, this research estimates Ordinary Least Squares (OLS) models with controls for household and head-of-household characteristics. Results indicate that health literacy has a positive and significant relationship with household financial resilience (β=0.142, p<0.01), suggesting that understanding health information contributes to financial planning and health risk management. Socio-cultural capital, proxied through participation in social activities and cultural asset ownership, also associates positively with financial resilience (β=0.098, p<0.05), supporting the role of social networks and mutual assistance norms in economic protection. Household income, head-of-household education, and access to formal healthcare services emerge as other important predictors. These findings extend the human capital and social capital frameworks in the household financial resilience literature in developing countries, with policy implications for integrating health literacy and revitalizing socio-cultural capital as strategies for enhancing household economic resilience in Indonesia.