Laili Maftuhah
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Internalisasi Pendidikan Nilai Melalui Ekosistem Sekolah Adiwiyata Mandiri: Studi Kasus di SMP Negeri 1 Jumo Laili Maftuhah; Mukh. Nursikin
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v4i1.614

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme internalisasi pendidikan nilai dalam ekosistem Sekolah Adiwiyata Mandiri di SMP Negeri 1 Jumo, Kabupaten Temanggung. Fokus kajian meliputi nilai religiusitas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kerja sama serta perluasannya menjadi kecerdasan ekologis dan solidaritas sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui observasi partisipatif terhadap praktik lingkungan sekolah, wawancara semi-terstruktur dengan aktor yang terlibat dalam pengelolaan dan pelaksanaan program, serta telaah dokumen kebijakan, kurikulum, dan kegiatan Adiwiyata. Analisis dilakukan secara tematik melalui kondensasi data, pengodean, pemetaan pola, dan verifikasi antarsumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai tidak berlangsung melalui penyampaian moral secara verbal semata, tetapi melalui keselarasan antara kebijakan sekolah, integrasi kurikulum, keteladanan, pembiasaan, partisipasi siswa, dan pengimbasan kepada sekolah mitra. Religiusitas diwujudkan melalui pemaknaan merawat alam sebagai amanah khalifah fi al-ard; tanggung jawab tumbuh melalui pengelolaan sampah dan konservasi sumber daya; kedisiplinan terbentuk melalui rutinitas ekologis yang konsisten; sedangkan kerja sama berkembang menjadi ta'awun melalui proyek kolektif dan kegiatan pengimbasan. Kebaruan penelitian terletak pada formulasi model internalisasi nilai yang bergerak dari pengetahuan moral, penghayatan afektif, tindakan berulang, pembentukan identitas ekologis, hingga agensi sosial. Temuan menegaskan bahwa keberlanjutan Adiwiyata Mandiri memerlukan pendekatan seluruh sekolah yang menyatukan dimensi pedagogis, kultural, spiritual, dan kelembagaan.