Nur Itsnaini
Universitas Islam Negeri Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Grand Design Pendidikan Nilai Islam Menuju Society 5.0: Model TEP–ADAB untuk Kurikulum dan Ekosistem Digital Nur Itsnaini; Mukh. Nursikin
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v4i1.616

Abstract

Era Society 5.0 menempatkan teknologi digital sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, tetapi pemanfaatannya dalam pendidikan juga menghadirkan risiko disorientasi nilai, bias algoritmik, pelanggaran privasi, ketergantungan teknologi, dan reduksi relasi pedagogis. Artikel ini bertujuan merumuskan grand design pendidikan nilai Islam yang mampu mengarahkan integrasi teknologi secara human-centered, etis, dan pedagogis. Penelitian menggunakan tinjauan literatur integratif terhadap 38 artikel jurnal ilmiah yang dapat diakses, terutama terbit pada 2020–2025, serta dua karya fondasional pendidikan Islam. Literatur ditelusuri berdasarkan tema Society 5.0, pendidikan nilai Islam, kewargaan digital, etika kecerdasan artifisial, kompetensi digital guru, dan pedagogi transformatif. Data dianalisis melalui pengodean tematik, perbandingan konsep, dan sintesis konseptual. Hasil kajian mengidentifikasi lima tantangan utama, yaitu problem epistemik, etis, relasional, pedagogis, dan struktural. Sebagai respons, artikel ini menawarkan model TEP–ADAB yang mengintegrasikan Technology, Ethics, dan Pedagogy dengan Alignment, Digital Citizenship, Assessment, dan Bi’ah atau ekosistem pendidikan. Model tersebut berlandaskan tauhid, ta’dib, amanah, keadilan, rahmah, dan kemaslahatan; dioperasionalkan melalui kurikulum terintegrasi, pembelajaran reflektif dan berbasis masalah, guru sebagai murabbi digital, asesmen autentik, serta tata kelola kolaboratif sekolah–keluarga–masyarakat–platform. Kontribusi artikel terletak pada perluasan kerangka integrasi teknologi yang tidak hanya menekankan kompetensi teknis-pedagogis, tetapi juga orientasi moral, kewargaan digital, asesmen nilai, dan tata kelola ekosistem. Model ini dapat digunakan sebagai kerangka konseptual untuk merancang kebijakan, kurikulum, pembelajaran, dan evaluasi pendidikan Islam pada era Society 5.0.