Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Penulisan Modul Ajar bagi Guru Bahasa Indonesia sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Wiyatmi Wiyatmi; Nurhidayah Nurhidayah; Sudiati Sudiati
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10728

Abstract

Salah satu kompetensi yang sangat urgen_ dan berhubungan langsung dengan para siswa sebagai generasi calon agen perubahan_ adalah kompetensi pedagogik khususnya dalam hal bagaimana menyelenggarakan pembelajaran yang efektif. Hal ini dimulai dengan penguasaan kemampuan menyiapkan rencana pembelajaran yang baik. Hal ini menjadi persoalan para guru yaitu baagaimana menyiapkan modul ajar yang sesuai dengan isu pendidikan terkini beserta kondisi peserta didik yang mereka hadapi. MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Tsanawiyah Kabupaten Kebumen bersama tim pengabdian berperan dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan mengadakan pelatihan penulisan modul ajar bagi para guru Bahasa Indonesia. Program ini terbagi dalam beberapa kegiatan yaitu (1) penyampaian materi dan diskusi yang dilaksanaan secara daring pada 11 s.d. 13 Juli 2025, (2) Praktik Mandiri; (3) pendampingan dilaksanakan secara daring yaitu pada 25 Jul1 2025 dan 1 Agustus 2025; dan (4) Refleksi. Indikator kebehasilan kegiatan ini dapat dilihat secara proses yaitu kegiatan terlaksananya sesuai dengan rencana dan secara hasil yaitu tersusunnya modul ajar yang baik dari para guru. Secara umum kegiatan berlangsung dengan lancar sesuai dengan jadwal yang disepakati. Adapun hambatan terjadi pada saat daring yaitu faktor sinyal yang menyebabkan keikutsertaan peserta kurang maksimal.
Profil Kepercayaan Diri Berbicara Siswa SMK Program Keahlian Teknik: Kajian Diagnostik Awal Rina Apelia; Nurhidayah Nurhidayah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6169

Abstract

Kemampuan berbicara yang didukung oleh kepercayaan diri merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada program keahlian teknik, karena berkaitan dengan kesiapan menghadapi dunia kerja. Namun, sebagian siswa masih mengalami hambatan psikologis ketika menyampaikan gagasan atau menjelaskan prosedur teknis di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil kepercayaan diri berbicara siswa SMK program keahlian teknik sebagai kajian diagnostik awal yang menjadi dasar dalam perancangan intervensi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan statistik deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Sepeda Motor SMKN 1 Terisi Kabupaten Indramayu. Data dikumpulkan melalui angket kepercayaan diri berbicara yang mengukur dua dimensi, yaitu keyakinan terhadap kemampuan diri dan ketahanan terhadap kesalahan, serta wawancara terhadap delapan siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil angket. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data wawancara dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepercayaan diri berbicara siswa berada pada kategori percaya diri dengan nilai konversi sebesar 66,6. Sebanyak 44% siswa berada pada kategori percaya diri, 24% sangat percaya diri, dan 32% kurang percaya diri. Dimensi ketahanan terhadap kesalahan memiliki skor lebih rendah dibandingkan keyakinan terhadap kemampuan diri. Wawancara mengungkap bahwa ketergantungan pada catatan, tekanan sosial dari teman sebaya, kecenderungan menghindari kesempatan berbicara, serta kesenjangan antara penguasaan materi dan keberanian menyampaikan menjadi faktor utama rendahnya kepercayaan diri berbicara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan diagnostik mampu mengidentifikasi aspek-aspek prioritas yang perlu menjadi fokus dalam penyusunan pembelajaran yang mendukung peningkatan kepercayaan diri berbicara siswa.