Nahrel Faiza Altri
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

English Fun: Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Inggris Anak Sekolah Dasar melalui Pembelajaran yang Menyenangkan di Nagari Padang Laweh Nahrel Faiza Altri; Ramadhona Fitri Helmi; Esa Gina Nabila; Rani Lestari; Zidni Ilman Nafiah; Zulfi Rahdian Permana
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.11141

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berperan dalam menjawab permasalahan nyata di bidang pendidikan. Salah satu permasalahan yang ditemukan di Nagari Padang Laweh adalah rendahnya minat dan partisipasi siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Inggris, yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang kurang interaktif dan minimnya variasi media pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris melalui penerapan program English Fun, yaitu pembelajaran berbasis permainan edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan kepada 33 siswa sekolah dasar yang berasal dari berbagai sekolah di Nagari Padang Laweh. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan angket respon sederhana dengan pilihan jawaban “Ya” dan “Tidak” yang diberikan setelah kegiatan selesai. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase respon siswa pada setiap indikator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 81,8% siswa menyatakan kegiatan English Fun menyenangkan, 72,7% siswa aktif mengikuti permainan, 66,7% siswa merasa lebih berani mengucapkan kosakata Bahasa Inggris, dan 84,8% siswa berminat mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris berbasis permainan dapat memberikan pengalaman belajar yang positif dan meningkatkan keterlibatan siswa. Program English Fun berpotensi menjadi alternatif pendekatan pembelajaran nonformal yang aplikatif dalam kegiatan pengabdian masyarakat di bidang pendidikan dasar.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan dan Sikap Remaja terhadap Kesehatan Reproduksi: Systematic Review: Systematic Literature Review Nahrel Faiza Altri; Rahmadhani Fitri; Syamsurizal
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 3 (2026): July - September
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.3.1045-1055

Abstract

Reproductive health knowledge and attitudes in adolescents remain a major public health concern, particularly in developing countries where access to comprehensive sexuality education is still limited. This systematic literature review (SLR) aims to identify and analyze the factors that influence the level of knowledge and attitudes of adolescents toward reproductive health. Literature searches were conducted using Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and Scopus databases using keywords such as "reproductive health knowledge adolescents", "student attitude reproductive health", and "factors influencing adolescent reproductive health". Inclusion criteria included articles published between 2015 and 2024, focusing on adolescent or student subjects aged 10–19 years, and reporting quantitative, qualitative, or mixed-method results. After a systematic screening and eligibility process following the PRISMA framework, a total of 15 articles were included for final analysis. The results identified four major categories of influencing factors: (1) educational factors, including school curriculum quality, teacher competence, and peer education programs; (2) family factors, including parent-adolescent communication quality and parental supervision; (3) media and technology factors, including social media use and digital literacy; and (4) socio-cultural factors, including social norms, cultural taboos, and peer pressure. Educational and family communication factors emerged as the most consistently influential across studies. Gaps were identified in research focusing on the Indonesian context and studies specifically targeting attitudes rather than knowledge. These findings have implications for the design of school-based reproductive health programs that are culturally sensitive and family-inclusive.