Claresta Antonia
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Prososial Anak Usia 6-8 Tahun di Desa Lebanisuko Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik Claresta Antonia; Wiwin Yulianingsih
J+PLUS UNESA Vol. 14 No. 2 (2025): J+PLUS, Desember 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara pola asuh orang tua dan perilaku prososial anak usia 6-8 tahun. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena di digitalisasi yang membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sosial dan keluarga, serta kekhawatiran terhadap menurunnya perilaku prososial pada anak-anak. Dengan dibuktikanya anak-anak kurang menunjukkan perilaku bersosialisasi dan interaksi di kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian untuk meneliti pola asuh otoriter, demokratis, permisif dengan perilaku prososial anak di desa Lebanisuko. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada orang tua, akademisi, dan masyarakat mengenai pentingnya pola asuh yang tepat dalam membentuk perilaku prososial anak. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulakan dari orang tua yang memiliki anak usia 6-8 tahun di desa lebanisuko. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 70 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pola asuh orang tua dan kuesioner perilaku prososial anak. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara antara pola asuh demokratis dengan perilaku prososial anak. kemudian pola asuh otoriter dan permisif tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku prososial anak. penelitian ini memberikan implikasi bahwa pola asuh demokratis yang menekankan pada komunikasi, kehangatan, dan pemberian tanggung jawab, lebih efektif dalam mengembangkan perilaku prososial anak.