Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Konservasi pada Tradisi Susuk Wangan dalam Sumber Pembelajaran IPS Shelly Nur Syiva Kusumaningtyas; Asep Ginanjar
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i2.1603

Abstract

Tradisi lokal memiliki peran penting dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui praktik konservasi yang berbasis pada kearifan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai konservasi yang terkandung dalam Tradisi Susuk Wangan di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, serta mengkaji potensinya sebagai sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive yang meliputi tokoh masyarakat, perangkat desa, juru kunci, dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Susuk Wangan mengintegrasikan praktik konservasi flora melalui penanaman pohon beringin, konservasi fauna melalui pelepasan ikan dan burung lokal, serta konservasi ekosistem perairan melalui pembersihan sumber mata air. Praktik tersebut tidak hanya memiliki makna simbolis sebagai ungkapan syukur masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan memperkuat kesadaran ekologis masyarakat. Selain itu, tradisi ini mengandung nilai gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab yang relevan sebagai sumber pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal karena mampu menghubungkan konsep hubungan manusia dengan lingkungan dalam konteks kehidupan nyata. Dengan demikian, Tradisi Susuk Wangan merupakan bentuk konservasi berbasis masyarakat yang mengintegrasikan nilai budaya, pelestarian lingkungan, dan pembelajaran kontekstual.