Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering memicu rasa nyeri supra pubik sehingga mengganggu aktivitas harian remaja putri, di mana penanganan non-farmakologis seperti pemberian air kelapa hijau menjadi alternatif aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian air kelapa hijau terhadap tingkat nyeri dismenore pada remaja putri di Posyandu Remaja Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel terdiri dari 30 remaja putri yang terbagi menjadi kelompok perlakuan (15 responden) dan kelompok kontrol (15 responden), yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisis menggunakan Paired T-Test serta Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan rata-rata skala nyeri pada kelompok perlakuan dari 6,27 sebelum intervensi menjadi 1,53 setelah intervensi (p = 0,000). Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengalami penurunan skala nyeri dari 5,20 menjadi 4,53. Hasil uji Independent T-Test setelah intervensi memperlihatkan perbedaan tingkat nyeri yang sangat signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,000). Pemberian air kelapa hijau terbukti efektif menurunkan tingkat nyeri dismenore secara bermakna pada remaja putri.