Khairun Nisa
Universitas Aisyiyah Palembang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KETIDAKTERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Khairun Nisa; Meita Hipson; Sri Handayani; Widia Turrohmah
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1558

Abstract

Latar Belakang: Ketidakteraturan siklus menstruasi masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada remaja putri berdampak pada kesehatan serta kualitas hidup di masa depan. Faktor biologis dan gaya hidup, seperti usia menarche, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kualitas tidur, berperan dalam terjadinya gangguan siklus menstruasi, khususnya pada remaja usia sekolah. Namun, data terkait faktor-faktor tersebut di Kota Palembang masih terbatas. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA ‘Aisyiyah 01 Palembang. Metode: Penelitian pendekatan kuantitatif desain cross-sectional. Sampel 30 siswi melalui teknik purposive sampling. Variabel dependen siklus menstruasi, variabel independen, yaitu usia menarche, IMT, dan kualitas tidur. Pengumpulan data melalui pengukuran berat dan tinggi badan untuk menentukan IMT, kuesioner siklus menstruasi, serta kuesioner kualitas tidur Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: Analisis univariat sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi normal (70,0%), usia menarche normal (76,7%), Indeks Massa Tubuh (IMT) kategori normal (56,7%), serta kualitas tidur yang baik (70,0%). Analisis bivariat usia menarche (p = 0,250), IMT (p = 0,766), dan kualitas tidur (p = 0,820) tidak berhubungan secara signifikan dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada remaja putri (p > 0,05). Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji variabel yang lebih luas serta mengembangkan intervensi preventif terkait kesehatan reproduksi remaja, disertai penguatan edukasi melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan. Kata Kunci: Remaja Putri, Siklus Menstruasi, Usia Menarche, Indeks Massa Tubuh, Kualitas Tidur 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) PADA IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT Meita Hipson; Khairun Nisa; Sri Handayani; Wulandari Wulandari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1752

Abstract

Latar Belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) terjadi ketika selaput ketuban pecah sebelum tanda-tanda persalinan muncul. Kondisi ini meningkatkan risiko infeksi, persalinan prematur, asfiksia neonatorum, serta morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Tujuan: Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini pada ibu bersalin di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang pada tahun 2025. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini secara survey analitik dengan pendekatan Case Control . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang ada di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang pada tahun 2024 sebanyak 725 orang ibu bersalin dengan 62 orang yang mengalami Ketuban Pecah Dini. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sampel kasus dan sampel kontrol, total sampel keseluruhan berjumlah 60 ibu bersalin. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober s.d November 2025 di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa usia ibu (p = 0,000 < 0,05). Pendidikan ibu (p = 0,000 < 0,05), pekerjaan ibu (p = 0,000 < 0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara presentasi janin dengan kejadian KPD (p = 0,321 > 0,05). Saran: Tenaga Kesehatan diharapkan dapat meningkatkan edukasi mengenai faktor risiko KPD, mendorong ibu hamil untuk melakukan ANC secara rutin, serta memberikan penyuluhan agar membatasi aktivitas berat selama kehamilan Kata Kunci: Case Control, Ketuban Pecah Dini, Usia Ibu, Pendidikan, Pekerjaan, Presentasi Janin.
Pengaruh Pemberian Air Kelapa Hijau Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Disminore Pada Remaja Putri Di Posyandu Remaja Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 Restu Khoiriah; Fitri Ayu Marpal; Khairun Nisa; Awwal Al-Fauzia N
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61846

Abstract

Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering memicu rasa nyeri supra pubik sehingga mengganggu aktivitas harian remaja putri, di mana penanganan non-farmakologis seperti pemberian air kelapa hijau menjadi alternatif aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian air kelapa hijau terhadap tingkat nyeri dismenore pada remaja putri di Posyandu Remaja Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group. Sampel terdiri dari 30 remaja putri yang terbagi menjadi kelompok perlakuan (15 responden) dan kelompok kontrol (15 responden), yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisis menggunakan Paired T-Test serta Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan rata-rata skala nyeri pada kelompok perlakuan dari 6,27 sebelum intervensi menjadi 1,53 setelah intervensi (p = 0,000). Sebaliknya, kelompok kontrol hanya mengalami penurunan skala nyeri dari 5,20 menjadi 4,53. Hasil uji Independent T-Test setelah intervensi memperlihatkan perbedaan tingkat nyeri yang sangat signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,000). Pemberian air kelapa hijau terbukti efektif menurunkan tingkat nyeri dismenore secara bermakna pada remaja putri.