Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

OPTIMASI PROTOCOL OPEN SHORTEST PATH FIRST PADA DISASTER RECOVERY DATA CENTER Rijal Fadilah; Djumhadi Djumhadi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2011): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data center pada infrastruktur jaringan komputer dan komunikasi data yang diterapkan di bidang industri baik jasa maupun barang memiliki peran vital sekaligus strategis untuk menentukan keberlanjutan proses produksi. Salah satu bentuk ancaman yang mungkin saja terjadi dan mengganggu keberlanjutan proses produksi tersebut bisa disebabkan oleh bencana alam. Sehingga untuk menjamin keberlanjutan proses produksi tersebut perlu upaya penanganan yang komprehensif terhadap data center baik sebelum, sedang maupun setelah terjadi bencana alam. Pembentukan peta jaringan menggunakan routing protocol open shortest path first dilakukan dengan tiga tahapan yakni, setiap router mengenali seluruh tetangganya, router saling bertukar informasi serta router menghitung jarak terpendek ke setiap tujuan. Dengan menggunakan protocol open shortest path first yang disimulasikan pada proses routing jalur komunikasi data center sebagai tulang punggung penyimpanan, pemeliharaan, dan membuat kumpulan data tersedia untuk kegunaan yang diharapkan berkelanjutan dan atau untuk aktifitas masa datang, semestinya dapat menjamin tiga pilar utama dalam ciri khas manajemen teknologi informasi yakni : terkoneksi, serba cepat, terintegrasi
KONFIGURASI LAYANAN IPTV PADA METRO ETHERNET ACCESS Rijal Fadilah; Djumhadi Djumhadi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2010): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan komunikasi meningkat pesat, sepesat perkembangan teknologi perangkat pendukung komunikasi tersebut. Konvergensi layanan ke arah content menuntut perkembangan berbagai perangkat lainnya. Perangkat video conference, perangkat telepon berbasis IP (Internet Protocol) atau perangkat VoIP, video streaming atau video on demand, ukuran data yang semakin besar, dan banyak lagi perkembangan komunikasi membuat infrastruktur dan servis-servis yang tersedia tidak mencukupi lagi. Jika ditinjau dari segi teknologi, Metro Ethernet Access dapat dimanfaatkan untuk beragam layanan semisal : Ethernet Internet Services, Ethernet Transparent LANs Services (LAN to LAN), TDM Services (E1), Metro Ethernet Private Line Services (VPN), Customize Ethernet Private Network. Setali tiga uang, hadirnya layanan IPTV yang mengusung berbagai aplikasi seperti High Definition TV, Interactive TV, Video on Demand, Personal Video Recorder hingga High Speed Internet dipandang sebagai energi baru bagi perusahaan-perusahaan penyedia layanan telekomunikasi untuk semakin mengembangkan sayapnya. Hal ini turut didukung oleh ramalan perkembangan pelanggan IPTV yang dilakukan oleh Gartner yang memprediksi bahwa sekitar 37 juta unit layanan IPTV akan segera digunakan di seluruh dunia pada tahun 2010. Pada prinsipnya IPTV dapat dilewatkan melalui backbone MPLS dimana didalam IPTV service terdapat dua layanan yakni VOD dan BTV. Dalam hal ini BTV (Brodband TV) menggunakan paket multicast sedangkan VOD(Video on Demand) menggunakan paket unicast. Untuk mengusung service IPTV ini dapat disolusikan dengan Metro Ethernet memanfaatkan Layer 2 dan atau Layer 3.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DATA BERBASIS VPN-IP MPLS UNTUK PEMILIHAN UMUM Rijal Fadilah; Djumhadi Djumhadi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2009): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam setiap tahapan pemilihan umum baik untuk pemilihan anggota legislatif hingga pemilihan presiden berbagai proses harus ditempuh. Dimulai dari pendaftaran pemilih, pencalonan partai politik, pencalonan anggota DPR/DPRD, pencalonan DPD, kampanye, pemungutan suara, perhitungan suara hingga penetapan hasil Pemilu. Tentu saja yang sangat dinantikan adalah proses penghitungan suara. Tahapan ini menjadi tahapan yang menegangkan bagi setiap konsisten yang ikut berlaga di pemilihan umum. Sebagai suatu proses yang menegangkan dan dinantikan banyak pihak diperlukan keakuratan dan kecepatan dalam proses penghitungan tersebut dan tidak kalah pentingnya adalah hasil penghitungan suara dapat disampaikan ataupun dikirimkan dari masing-masing daerah ke pusat dengan aman, fleksibel dan mudah dipantau dari segi komunikasi datanya. Teknologi Virtual Private Network yaitu jaringan pribadi yang tidak bisa diakses oleh jaringan nonpribadi namun menggunakan medium nonpribadi semisal internet untuk menghubungkan antar masing-masing titik (remote site) secara aman. Dalam penggunaan teknologi Virtual Private Network perlu penerapan teknologi tertentu sehingga meskipun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site. IP-MPLS (Internet Protocol-Multi Protocol Label Switching) merupakan layanan komunikasi data dalam bentuk dedicated leased channel berbasis IP dengan keunggulan utama any to any connection yang dapat disesuaikan dengan jenis traffic yang dilewatkan. Dalam implementasinya VPN-IP MPLS dapat dikembangkan menjadi berbagai fitur antara lain : Intranet, Extranet, serta Remote Dial. Teknologi ini memiliki beberapa kentungan seperti : Multiservices Platform, Scalability, Manageabillity serta Cost Saving Opportunity.
SISTEM MONITORING MESIN ANJUNGAN TUNAI MANDIRI (ATM) PADA PT. BCA TBK BALIKPAPAN Djumhadi Djumhadi; Rijal Fadilah
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anjungan Tunai Mandiri / Automatic Teller Machine (ATM) BCA, Debit BCA, Tunai BCA, Internet Banking, BCA By Phone serta Mobile Banking merupakan pengembangkan berbagai electronic delivery channelsyang ada di PT.BCA, selain untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan sekaligus juga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah dalam bertransaksi di BCA sebagai suatu kebutuhan dan memilih BCA sebagai bank utama. Salah satu bentuk electronic delivery channels yang dikembangkan oleh BCA adalah jaringan ATM BCA. Pada Penelitian ini dirancang sebuah prototipe sistem informasi monitoring ATM yang dasarnya dikembangkan dari sistem berjalan yang selama ini digunakan yang sudah berbasis komputer. Desain sistem yang diusulkan di rancang secara sederhana sehingga mempermudah pemakai dalam mengoperasikannya (user friendly). Mulai dari menjalankan aplikasi hingga menampilkan informasi saldo dan status mesin ATM hanya melalui beberapa klik pada menu yang telah disediakan negitu juga dengan informasi saldo dan status ATM di tampilkan di layar monitor secara otomatis dan selalu di update terus menerus selama aplikasi di jalankan dalam satuan waktu tertentu.Penerapan sistem berbasis komputer ini tidak akan menggantikan sistem konvensional secara keseluruhan. Sebagian besar proses yang akan digantikan sistem komputer antara lain pencarian / inquiry, pengecekan dan pencatatan. Semua kegiatan tersebut yang selama ini dilakukan secara konvensional sehingg memerlukan waktu yang cukup lama dengan ketelitian yang rendah, dengan penggunaan komputerisasi dapat meminimalisasi kelemahan tersebut. Sementara beberapa proses seperti cek saldo dan status ATM akan tetap dilakukan secara konvensional karena lebih efisien dan efektif.
Pendampingan Branding Berbasis Kecerdasan Buatan dan Desain Komunikasi Visual Untuk Digitalisasi Promosi UMKM Balikpapan Rijal Fadilah; Fakhriy Dinansyah; Dewi Yuniar
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i1.892

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerajinan tangan di Kota Balikpapan menghadapi persoalan berupa lemahnya konsistensi identitas merek, rendahnya kualitas komunikasi visual, serta terbatasnya pemanfaatan kecerdasan buatan untuk promosi digital. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kemandirian mitra dalam membangun branding, menghasilkan konten promosi, serta mengelola media sosial secara lebih terencana. Kegiatan ini melibatkan 30 pelaku UMKM kerajinan tangan melalui pendekatan Participatory Engagement dan model Action Research berbasis learning by doing. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 49,5 menjadi 82,9 atau bertambah 33,4 poin. Seluruh peserta menghasilkan satu paket brand kit digital yang memuat logo atau penyempurnaan logo, palet warna, tipografi, lima templat media sosial, deskripsi produk berbasis kecerdasan buatan, dan kalender konten. Sebanyak 27 UMKM telah menerapkan aset visual baru, sedangkan tiga UMKM telah memiliki desain final dan rencana implementasi. Setelah empat minggu penerapan, rata-rata jangkauan konten meningkat 47,8%, interaksi 39,6%, kunjungan profil 33,4%, jumlah pengikut 11,8%, dan kontak calon konsumen 24,5%. Pendampingan kelompok kecil juga meningkatkan kepercayaan diri peserta; 25 orang mampu menyusun prompt dan memproduksi variasi konten secara mandiri, sedangkan lima lainnya masih memerlukan panduan. Program ini menunjukkan bahwa integrasi kecerdasan buatan dan desain komunikasi visual melalui pendampingan partisipatif efektif memperkuat kapasitas branding dan promosi digital UMKM secara mandiri, kritis, etis, dan berkelanjutan sesuai karakter produk lokal Balikpapan.
Pendampingan Branding Berbasis Kecerdasan Buatan dan Desain Komunikasi Visual Untuk Digitalisasi Promosi UMKM Balikpapan Rijal Fadilah; Fakhriy Dinansyah; Dewi Yuniar
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v5i1.892

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerajinan tangan di Kota Balikpapan menghadapi persoalan berupa lemahnya konsistensi identitas merek, rendahnya kualitas komunikasi visual, serta terbatasnya pemanfaatan kecerdasan buatan untuk promosi digital. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kemandirian mitra dalam membangun branding, menghasilkan konten promosi, serta mengelola media sosial secara lebih terencana. Kegiatan ini melibatkan 30 pelaku UMKM kerajinan tangan melalui pendekatan Participatory Engagement dan model Action Research berbasis learning by doing. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa nilai rata-rata peserta meningkat dari 49,5 menjadi 82,9 atau bertambah 33,4 poin. Seluruh peserta menghasilkan satu paket brand kit digital yang memuat logo atau penyempurnaan logo, palet warna, tipografi, lima templat media sosial, deskripsi produk berbasis kecerdasan buatan, dan kalender konten. Sebanyak 27 UMKM telah menerapkan aset visual baru, sedangkan tiga UMKM telah memiliki desain final dan rencana implementasi. Setelah empat minggu penerapan, rata-rata jangkauan konten meningkat 47,8%, interaksi 39,6%, kunjungan profil 33,4%, jumlah pengikut 11,8%, dan kontak calon konsumen 24,5%. Pendampingan kelompok kecil juga meningkatkan kepercayaan diri peserta; 25 orang mampu menyusun prompt dan memproduksi variasi konten secara mandiri, sedangkan lima lainnya masih memerlukan panduan. Program ini menunjukkan bahwa integrasi kecerdasan buatan dan desain komunikasi visual melalui pendampingan partisipatif efektif memperkuat kapasitas branding dan promosi digital UMKM secara mandiri, kritis, etis, dan berkelanjutan sesuai karakter produk lokal Balikpapan.
IMPLEMENTASI MEDIA VISUAL INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN K3 PEKERJA WANITA SEKTOR PERTAMBANGAN Dewi Yuniar; Rijal Fadilah; Ilham Rahmatulah; Dina Lusiana Setyowati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35640

Abstract

Abstrak: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek yang sangat penting dalam industri pertambangan yang penuh risiko, terutama bagi pekerja yang setiap hari berhadapan dengan potensi kecelakaan dan paparan bahaya. Hasil observasi awal pada kelompok pekerja wanita di salah satu perusahaan tambang batubara di Kutai Kartanegara menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka masih memiliki pemahaman terbatas mengenai prosedur keselamatan dasar. Banyak yang belum terbiasa menggunakan APD dengan benar, dan hampir tidak ada media pembelajaran yang menarik serta mudah dipahami yang dapat membantu mereka belajar secara mandiri. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih dekat dengan kebutuhan mereka, khususnya media visual yang lebih komunikatif dan mudah diikuti. Melalui kegiatan pengabdian ini, tim berupaya meningkatkan pemahaman dan perilaku kerja aman pekerja wanita dengan memanfaatkan media visual interaktif. Program dirancang dalam tiga tahapan utama: penyuluhan K3 untuk membangun pemahaman dasar, workshop penggunaan APD dan identifikasi bahaya, serta pelatihan menggunakan video edukatif, infografis, dan simulasi VR/AR. Kegiatan berlangsung selama empat hari dan diikuti oleh 30 pekerja wanita berusia 24–45 tahun, melibatkan dosen K3, dosen DKV, mahasiswa KKN-T, dan mahasiswa PKL. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta kuesioner kepuasan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan, dari skor awal 54,3% menjadi 89,5% atau naik 37,8%. Peningkatan terbesar terlihat pada keterampilan penggunaan APD dan kepatuhan prosedur. Sebanyak 92% peserta juga mengakui bahwa media visual interaktif membuat materi keselamatan lebih mudah dipahami dan menarik. Secara keseluruhan, pendekatan ini terbukti efektif dalam memperkuat kompetensi K3 dan mendorong budaya keselamatan yang lebih inklusif di lingkungan kerja pertambangan.Abstract: Occupational Safety and Health (OSH) is a critical component in the mining industry, where workers are continuously exposed to high risks of accidents and hazardous conditions. Initial observations conducted among a group of female workers at a coal mining company in Kutai Kartanegara revealed that many of them still had limited understanding of basic safety procedures. Several workers were unfamiliar with the correct use of personal protective equipment (PPE), and they had minimal access to engaging and easy-to-understand learning materials that could support independent learning. These findings highlight the need for an educational approach that is more responsive to their learning characteristics, particularly through visual media that is more communicative and easier to follow. Through this community engagement program, the team aimed to enhance the safety knowledge and safe-working behaviors of female workers by utilizing interactive visual media. The program was structured into three key stages: an introductory OSH session to build foundational understanding, a workshop on PPE usage and hazard identification, and training sessions that incorporated educational videos, animated infographics, and VR/AR simulations. The activities were conducted over four days and involved 30 female workers aged 24–45 years, supported by OSH lecturers, Visual Communication Design lecturers, KKN-T students, and internship students. Evaluation was carried out through pre-tests, post-tests, field observations, and satisfaction questionnaires. The results demonstrated a substantial improvement, with average scores increasing from 54.3% to 89.5%, reflecting a gain of 37.8%. The most significant improvements were noted in PPE mastery and procedural compliance. Furthermore, 92% of participants agreed that interactive visual media made safety materials easier to understand and more engaging. Overall, this approach proved effective in strengthening OSH competencies and fostering a more inclusive safety culture within the mining work environment.