Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pengisian Aplikasi Pelaporan SPMI Marice Hotnauli Simbolon; Ivan Benedict Tambunan; Lanta Siringo Ringo; Mentari Simbolon
ULINA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Mandiri Bina Prestasi (UMBP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58918/wa5mmk86

Abstract

Akademi Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung is a higher education institution that offers two study programs with broad career prospects in the hospitality industry, namely Program Studi Perhotelan and Program Studi Usaha Perjalanan Wisata for the three-year diploma level. Regarding SPMI reporting, Akademi Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung has not yet activated its SPMI account, thus requiring guidance and assistance in activating and completing performance reports for each department within the academy through the SPMI Reporting Application. The SPMI reporting process is mandatory for all higher education institutions under Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. The purpose of filling out the SPMI reporting application is to ensure that higher education institutions have implemented the PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan) cycle in meeting the Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), in accordance with and/or exceeding Permendikbudristek No. 53 of 2023. The reporting period for the SPMI cycle begins in March and ends in May at Akademi Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung, after which verification is carried out by regional facilitators. Following verification by the facilitators, Akademi Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung is given time to make updates and respond to improvement notes from regional facilitators from around August to September. Then the facilitator conducts a final verification, validation, provision of notes, recommendations for improvement, and SPMI typology assessment in November, and the SPMI Award is held in December. However, for the 2025 Performance, the SPMI Award will be held in early 2026, specifically on Tuesday, January 27, 2026. Akademi Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung received a ranking of two in the Evaluation Category and a nomination in the Improvement Category.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BUKIT SENYUM SEBAGAI DAYA TARIK WISATA UNGGULAN DI DESA MOTUNG KECAMATAN AJIBATA KABUPATEN TOBA Lanta Siringo Ringo; Mega Williandani; Indra Wirawan; Bambang Famuji
Jurnal Ilmiah Akomodasi Agung Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Akomodasi Agung
Publisher : Akademi Pariwisata Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51827/jiaa.v13i1.244

Abstract

Penelitian ini berfokus pada strategi pengembangan Objek Wisata Bukit Senyum yang terletak di Desa Motung, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.Bukit Senyum memiliki potensi besar berupa panorama Danau Toba yang indah, udara sejuk, suasana alami, serta aktivitas wisata seperti camping, glamping, dan event budaya. Namun, pengelolaan destinasi ini masih menghadapi berbagai kendala, antara lain infrastruktur yang belum memadai, keterbatasan sumber daya manusia di bidang pariwisata, serta strategi promosi yang belum optimal. Melalui analisis SWOT, ditemukan bahwa kekuatan utama destinasi ini adalah keindahan alam dan suasana asri, sementara kelemahannya terletak pada infrastruktur dan SDM. Peluang berkembang sangat terbuka dengan tren wisata alam dan dukungan kerja sama antar pihak, sedangkan ancamannya meliputi persaingan dengan destinasi lain di kawasan Danau Toba serta risiko kerusakan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Objek Wisata Bukit Senyum memiliki potensi wisata alam yang sangat besar berupa panorama Danau Toba yang indah, udara sejuk, suasana perbukitan yang alami, serta aktivitas pendukung seperti camping, glamping, dan event budaya. Potensi ini menjadi modal utama dalam pengembangannya sebagai destinasi wisata unggulan. Namun, pengelolaan Bukit Senyum masih menghadapi kendala berupa akses jalan yang belum memadai, keterbatasan fasilitas penunjang, rendahnya kualitas sumber daya manusia pariwisata, serta promosi yang belum optimal. Meskipun demikian, peluang pengembangan terbuka luas seiring meningkatnya tren wisata alam dan ekowisata, serta dukungan media sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi efektif seperti melalui aplikasi Tiktok, Instagram, Facebook dan Youtube. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan kapasitas SDM pariwisata, serta optimalisasi promosi digital yang kreatif agar Bukit Senyum mampu menjadi daya tarik wisata unggulan dan memberi manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat Desa Motung.