Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INTEGRATING COST-PLUS AND MARKET-BASED PRICING STRATEGIES TO SUSTAIN GROSS MARGIN: A CASE STUDY OF AN INDONESIAN PRECAST CONCRETE MANUFACTURER: (Studi Kasus Pada PT. Bogor Persada Indonesia) Putri Nabila Sulistiana; Luluk Adinda Safitri; Chintya Srirejeki Nababan; Laeliatus Sofia; Ninuk Riesmiyantiningtias
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Tulungagung Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i1.1659

Abstract

Background: Determining an effective selling price is crucial for corporate profitability and market competitiveness. Cost-Plus Pricing is widely used due to its simplicity, yet its practical capability to yield optimal financial performance remains debated. Research Gap: Prior literature shows contradictory evidence on Cost-Plus Pricing—some studies indicate it underestimates market rates, while others show overestimation—creating uncertainty about its effectiveness in sustaining competitive pricing and optimal gross margins. Objective: This study analyzes the implementation of Cost-Plus Pricing at PT. Bogor Persada Indonesia and evaluates its effectiveness in generating competitive selling prices while sustaining gross margins. Method & Data: Using a qualitative descriptive design, primary qualitative and quantitative data (2021–2023) were collected via online interviews and financial documentation. The primary product sample evaluated was the Heavy Duty (HD) Cover U-Ditch measuring 30 × 60 cm. Analytical Technique: Data were analyzed using the single-department process costing method and Gross Profit Margin (GPM) financial ratio analysis. Findings: Applying Cost-Plus Pricing with a 50% markup yielded a price of Rp 62,409, which is considerably below the company's price list (Rp 114,254) and market rate (Rp 109,500). Consequently, the firm adopts a hybrid strategy using Cost-Plus Pricing as an internal negotiation floor and market-based pricing for its official price list. This dual strategy sustained an average GPM of 58% (2021–2023), significantly outperforming the 30% industry benchmark. Implications: Practically, manufacturing firms should not rely on Cost-Plus Pricing in isolation; integrating cost floor boundaries with market-oriented pricing is vital to balance market competitiveness and long-term profitability. 
DETERMINANTS OF EFFECTIVE BALANCED SCORECARD IMPLEMENTATION IN THE INDONESIAN FMCG INDUSTRY: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Luluk Adinda Safitri; Intan Ayu Setiyani; Dhira Alifah Nazahra Putri; Adhelia Putri Paramita; Dwi Firdayani; Ninuk Riesmiyantiningtias
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Tulungagung Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i2.1794

Abstract

The increasing complexity of today's business environment requires organizations to adopt comprehensive performance measurement systems that integrate both financial and non-financial dimensions. Although the Balanced Scorecard (BSC) has been widely implemented as a strategic performance management framework, previous studies have reported inconsistent implementation outcomes across organizations, particularly within Indonesia's Fast Moving Consumer Goods (FMCG) industry. This inconsistency indicates a limited understanding of the determinants influencing the effectiveness of Balanced Scorecard implementation. Therefore, this study aims to identify the determinants of effective Balanced Scorecard implementation in the Indonesian FMCG industry through a Systematic Literature Review (SLR). The study synthesized empirical evidence from previous research published between 2021 and 2025, focusing on two leading Indonesian FMCG companies, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk and PT. Unilever Indonesia Tbk. Relevant studies were collected from Google Scholar and ResearchGate and analyzed using a comparative qualitative synthesis based on the four Balanced Scorecard perspectives: financial, customer, internal business processes, and learning and growth. The findings reveal that the effectiveness of Balanced Scorecard implementation is primarily influenced by four determinants: the comprehensiveness of performance measurement indicators, operational efficiency and internal resource management, customer value creation and market responsiveness, and employee productivity and organizational learning capability. Overall, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk demonstrated more consistent performance across all Balanced Scorecard perspectives than PT. Unilever Indonesia Tbk. This study contributes to the strategic performance management literature by synthesizing empirical evidence on the determinants of effective Balanced Scorecard implementation and provides practical guidance for organizations seeking to strengthen integrated performance measurement systems.
Evaluasi Efektivitas Penerapan Cost Plus Pricing Terhadap Harga Jual Dan Margin Bruto: (Studi Kasus Pada PT. Bogor Persada Indonesia) Putri Nabila Sulistiana; Luluk Adinda Safitri; Chintya Srirejeki Nababan; Laeliatus Sofia; Ninuk Riesmiyantiningtias
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Tulungagung Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i1.1659

Abstract

Dalam iklim bisnis yang kompetitif, penetapan harga yang efektif menjadi salah satu elemen penting untuk menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Metode penetapan harga yang tepat tidak hanya memengaruhi pendapatan, tetapi juga berkontribusi pada profitabilitas. Metode yang lazim diterapkan dalam penentuan harga jual adalah Cost Plus Pricing, dimana harga jual ditentukan dengan menambahkan markup pada biaya produksi per unit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana metode penetapan harga tersebut mampu menghasilkan margin bruto yang proporsional, serta memastikan keselarasan antara harga jual dengan kondisi pasar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sampel produk yaitu Cover HD 30x60 menghasilkan harga jual menggunakan metode Cost Plus Pricing sebesar Rp 62.409 dengan margin 33%, namun hasil tersebut jauh di bawah harga pasar Rp 109.500. Oleh karena itu, perusahaan menggunakan Cost Plus Pricing sebagai batas bawah harga penawaran dalam proses negosiasi dan harga pesaing dalam penetapan price list. Strategi ini terbukti mampu menjaga Margin Bruto rata-rata sebesar 58% selama tahun 2021–2023, nilai tersebut melebihi standar minimum industri manufaktur sebesar 30%. Capaian ini mengindikasikan bahwa perusahaan berada pada kondisi finansial yang sehat. Sehingga metode Cost Plus Pricing dinilai cukup efektif sebagai acuan dasar, namun perlu dikombinasikan dengan analisis pasar.
KAJIAN SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TERHADAP IMPLEMENTASI BALANCED SCORECARD DALAM PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI PADA INDUSTRI MANUFAKTUR Luluk Adinda Safitri; Intan Ayu Setiyani; Dhira Alifah Nazahra Putri; Adhelia Putri Paramita; Dwi Firdayani; Ninuk Riesmiyantiningtias
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Tulungagung Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36563/jamanta.v5i2.1794

Abstract

Dinamika lingkungan bisnis menuntut organisasi untuk memiliki sistem pengukuran kinerja yang komprehensif dan seimbang, yang tidak hanya berorientasi pada aspek keuangan. Oleh karena itu, Balanced Scorecard hadir sebagai pendekatan strategis yang mampu memberikan gambaran menyeluruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini membandingkan hasil studi terdahulu yang membahas penerapan Balanced Scorecard pada industri manufaktur, khususnya pada dua perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terbesar di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review yang bertujuan menganalisis berbagai studi terdahulu secara sistematis. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang dikumpulkan dari sejumlah sumber akademik bereputasi seperti Google Scholar dan ResearchGate. Kajian difokuskan pada publikasi tahun 2021-2025 untuk memastikan relevansi terhadap tren penelitian terbaru. Hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan strategi pengukuran seperti indikator yang digunakan, PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menerapkan indikator pengukuran yang lebih komprehensif dengan menggunakan ROA, ROE serta menambahkan rasio NPM, sedangkan pada PT. Unilever Indonesia Tbk hanya menggunakan ROA dan ROE. Selain itu, terdapat perbedaan pengelolaan sumber daya internalnya, PT. Indofood lebih fokus pada efisiensi operasional dan berhasil menjaga tingkat produktivitas karyawan yang relatif stabil, sehingga kontribusi karyawan terhadap peningkatan pendapatan dapat dikatakan cukup efektif. Sedangkan PT. Unilever menghadapi kendala dalam pengendalian biaya operasional dan mengalami penurunan produktivitas tenaga kerja akibat pengurangan karyawan setiap tahunnya. Dengan demikian, PT. Indofood menunjukkan kinerja yang lebih unggul dan konsisten diseluruh perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Sehingga efektivitas penerapan Balanced Scorecard bergantung pada konsistensi strategi pengukuran dan optimalisasi sumber daya internal.
Analisis Kinerja Keuangan PT. Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk Melalui Pendekatan Rasio Keuangan Luluk Adinda Safitri; Intan Ayu Setiyani; Nova Nur Eliza; Isabela Isabela; Dhira Alifah Nazahra Putri; Herayati Herayati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk selama periode 2021-2025 melalui pendekatan rasio keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan laporan laba rugi yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan laporan tahunan resmi perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan difokuskan pada rasio profitabilitas yang meliputi Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), Return on Asset (ROA), dan Return on Equity (ROE), rasio solvabilitas yang terdiri atas Debt to Asset Ratio (DAR), dan Debt to Equity Ratio (DER), serta rasio likuiditas yang dihitung menggunakan Current Ratio, Quick Ratio, dan Cash Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja profitabilitas perusahaan mengalami fluktuasi selama periode penelitian dan mencapai kondisi terbaik pada tahun 2024 sebelum mengalami penurunan pada tahun 2025. Rasio solvabilitas menunjukkan struktur permodalan yang relatif sehat dengan tingkat utang yang masih dapat dikendalikan, meskipun terjadi peningkatan DAR pada tahun 2025. Sementara itu, rasio likuiditas menunjukkan kondisi yang cukup baik dan relatif stabil selama periode penelitian. Secara keseluruhan, kinerja keuangan PT. Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk berada dalam kondisi yang baik, namun perusahaan perlu meningkatkan efesiensi operasional, mengoptimalkan penggunaan aset, serta mengendalikan peningkatan utang agar stabilitas dan keberlanjutan kinerja keuangan dapat terus terjaga.