Agnes Widananti
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hukum terhadap Hak Cipta atas Lagu yang Dicover tanpa Izin oleh Kreator Digital Agnes Widananti; Andry Setiawan
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v5i2.3232

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan bagi kreator untuk menghasilkan karya, namun juga memunculkan potensi pelanggaran hukum, khususnya terkait hak cipta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap hak cipta atas lagu yang dicover tanpa izin oleh kreator digital, serta mekanisme penyelesaian sengketa atas pelanggaran tersebut. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan studi kasus, dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan meng-cover lagu tanpa izin dan mengunggahnya ke platform digital melanggar hak moral dan ekonomi pencipta sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Perlindungan hukum diberikan melalui upaya preventif dan represif, sedangkan penyelesaian sengketa dapat dilakukan melalui jalur litigasi maupun non-litigasi. Kasus antara Tri Suaka dan Zinidin Zidan dengan Erwin Agam menjadi contoh konkret dalam kajian ini. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), platform digital, dan para kreator untuk menciptakan ekosistem digital yang adil, berkelanjutan, dan menghormati hak kekayaan intelektual.
Optimalisasi Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen dalam Perjanjian Arisan Online di Media Sosial Agnes Widananti; Agnes Widananti; Artika Sari Hassan Yudha Putri
Jurnal Scientia Indonesia Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/scientia.v10i1.6856

Abstract

Arisan kini mulai berkembang menjadi arisan online, setelah sebelumnya hanya dapat dilakukan secara langsung atau tatap muka. Artikel ini akan membahas mengenai peraturan hukum mengenai perjanjian arisan online dalam Hukum Perdata Indonesia dan optimalisasi perlindungan hukum terhadap konsumen dalam perjanjian arisan online di media sosial. Berdasarkan asas kebebasan berkontrak, perjanjian lisan yang dilakukan di arisan online adalah salah satu jenis perjanjian innominat atau perjanjian tidak bernama yang belum disebutkan di dalam undang-undang yang berlaku. Dengan mempertimbangkan syarat-syarat sah perjanjian, perjanjian lisan yang dilakukan di arisan online tersebut dianggap sah dan memiliki kekuatan hukum, seperti yang dinyatakan dalam Pasal 1320 KUHPerdata.  Akan tetapi, setiap peristiwa pasti memiliki risiko, begitu juga dengan arisan online, di mana ada banyak celah untuk orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkannya. Salah satunya adalah tidak memenuhi tanggung jawabnya, yaitu tidak membayar iuran arisan secara teratur, yang pada akhirnya akan menyebabkan kerugian bagi banyak orang. Mereka dapat dikategorikan sebagai ingkar janji atau wanprestasi.