Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perkumpulan Himpoenan Soedara Dalam Lintasan Sejarah Ekonomi Bandung Tahun 1906 - 1936 Leo Fernando; Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Ana Nurhasanah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8940

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah berdirinya Perkumpulan Himpoenan Sejarah dalam sejarah kota Bandung pada tahun 1906-1936 dengan pokok bahasan dinamika perkumpulan serta kontribusi dan dampak Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian Himpoenan Soedara merupakan sebuah lembaga simpan-pinjam dengan system keanggotaan, pada tahun 1906 adalah perkumpulan Himpoenan Soedara didirikan lalu pada pada periode 1906-1936 Himpoenan Soedara mengalami perkembangan baik secara organisasi dan juga ekonomi. Kegiatan operasional organisasi berjalan dengan stabil didorong dengan pertumbuhan ekonomi Bandung serta pertumbuhan anggota Himpoenan Soedara periode 1906-1936 himpunan sangat pesat sebagai sebuah organisasi bidang keuangan. Dalam organisasi, Himpoenan Soedara menerapkan sistem keanggotaan, himpunan menerapkan tujuan yang menguntungkan anggota dan juga organisasi itu sendiri. Model keanggotaan ini menjadi ciri Himpoenan Soedara dalam menjalankan organisasi sehingga tercipta kesolidan sesama anggota himpunan. Himpoenan Soedara dalam perkembangannya dapat bertumbuh dan beradaptasi dengan perubahan situasi dan kondisi, dengan kesadaran kolektif tiap anggota didalam himpunan baik jajaran pemimpin maupun anggota dapat satu suara berjalan menuju arah yang dirasa menguntungkan. Secara harfiah Himpoenan Soedara memberikan gambaran mengenai sifat persaudaraan, sebuah semangat persaudaraan berarti memiliki loyalitas, membantu sesama anggota, dan tetap solid tanpa memandang ikatan darah, suku, ras, serta agama. Hal tersebut adalah faktor penting dalam memperkuat sebuah himpunan dalam dinamikanya