Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Mesin Vertical Retort Bagi Umkm Pangan: Analisis Peluang, Tantangan, dan Keberlanjutan di Sumatera Barat Nurul Fauzi; Iis Ismawati; Firmansyah; Haris; Dwi Setyaningsih; Nova Sillia
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/wjjjrj05

Abstract

Pengembangan inovasi teknologi pengolahan pangan menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan, khususnya yang berbasis produk lokal. Salah satu teknologi yang mulai diterapkan adalah mesin vertical retort, yang berfungsi dalam proses sterilisasi termal pangan olahan tanpa penggunaan bahan pengawet kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan mesin vertical retort pada UMKM pangan di Sumatera Barat serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam proses adopsinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi pada pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin vertical retort berpotensi meningkatkan efisiensi proses produksi, mutu produk, serta umur simpan pangan olahan sehingga mendukung pemenuhan standar keamanan pangan. Namun demikian, adopsi teknologi ini masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan modal investasi, rendahnya literasi teknologi, serta belum optimalnya pendampingan teknis dan kelembagaan. Dari perspektif keberlanjutan, penerapan mesin vertical retort memberikan kontribusi positif terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan UMKM pangan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pelaku industri dalam mendorong adopsi teknologi secara berkelanjutan. The development of food processing technology innovation is an important strategy to enhance the competitiveness of micro, small, and medium enterprises (MSMEs), particularly those based on local food products. One of the emerging technologies is the vertical retort machine, which is used for thermal sterilization of processed foods without chemical preservatives. This study aims to analyze the implementation of vertical retort technology in food MSMEs in West Sumatra and to identify the opportunities and challenges in its adoption. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through field observations, interviews, and document analysis involving MSME actors. The findings indicate that the application of vertical retort technology has the potential to improve production efficiency, product quality, and shelf life, thereby supporting compliance with food safety standards. However, several constraints remain, including limited investment capital, low technological literacy, and insufficient technical and institutional support. From a sustainability perspective, the use of vertical retort technology contributes positively to the economic, social, and environmental dimensions of food MSMEs. Strengthening collaboration among local governments, vocational higher education institutions, research organizations, and industry stakeholders is therefore essential to promote sustainable technology adoption.
Program Inkubasi UMKM Kota Padang: Penguatan Manajemen Keuangan dan Operasional sebagai Pilar Pertumbuhan Usaha Maya Permata Sari; Amy Fontanella; Menhendri; Novrina Chandra; Haris
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 3 (2026): April-Juli
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas operasional dan keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Padang. Program ini merupakan bagian dari tahap kedua inkubasi UMKM hasil kerja sama antara Politeknik Negeri Padang dan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, yang diikuti oleh 60 pelaku usaha. Metode pelaksanaan dilakukan melalui diskusi interaktif, penyampaian materi aplikatif, dan evaluasi melalui post-test. Materi pelatihan mencakup standar mutu dan kualitas produk, analisis SWOT, perhitungan biaya produksi dan penetapan harga jual, tata kelola keuangan, serta manajemen produksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menerapkan prinsip-prinsip manajerial secara sederhana namun efektif. Kegiatan ini juga mendorong penguatan ekosistem UMKM di Kota Padang melalui peningkatan daya saing produk dan efisiensi usaha. Penguatan kapasitas ini berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas sektor informal. Diharapkan kegiatan ini menjadi model kolaboratif yang dapat direplikasi di daerah lain.