ALPICES
STIKes Piala Sakti Pariaman

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN TINGKAT STRESS DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA PASIEN RAWAT INAP RSUD PROF. M. YAMIN PARIAMAN ALPICES; DEPERMAN KASMORA; FAUZI AL FIKI
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 7 No. 2 (2025): AS-SHIHA VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit gastritis sering dijumpai dengan prevalensi yang tinggi di masyarakat. Berbagai faktor risiko dapat memicu gastritis, termasuk pola makan yang kurang sehat dan kondisi psikologis seperti stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stres dengan kejadian gastritis pada pasien rawat inap di RSUD Prof. H. Yamin. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel terdiri dari 55 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling probabilitas. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur pola makan, tingkat stres, dan kejadian gastritis. Penelitian dilaksanakan di Nagari Balah Air Timur pada 15–22 September 2025, dan data dianalisis menggunakan uji Chi‑Square. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pola makan dan kejadian gastritis pada pasien di Bangsal Penyakit Dalam dan Bedah RSUD Prof. M. Yamin Pariaman tahun 2025 (uji Chi‑Square p = 0,730; p > 0,05). Demikian pula, tidak ditemukan hubungan bermakna antara tingkat stres dan insiden gastritis (uji Chi‑Square p = 0,092; p > 0,05). Dengan demikian, penelitian ini tidak memperlihatkan kaitan signifikan antara pola makan maupun tingkat stres dengan kejadian gastritis pada pasien yang dirawat di bangsal tersebut pada tahun 2025. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kaitan pola makan dan stres dengan gastritis serta sebagai rujukan bagi responden untuk menjaga pola hidup sehat, khususnya kebiasaan makan.
PENERAPAN MESSAGE PUNGGUNG UNTUK MENGURANGI LOW BACK PAIN BAGI LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS PADANG ALAI TAHUN 2025 MECHI SILVIA DORA; ALPICES; YENI MARLINA
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 7 No. 2 (2025): AS-SHIHA VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Low Back Pain merupakan keluhan umum pada lansia yang dapat menurunkan mobilitas, kualitas tidur, dan kenyamanan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas massage punggung dalam menurunkan nyeri punggung pada lansia di Puskesmas Padang Alai. Subjek penelitian adalah Ny. R, lansia berusia 50 tahun, dengan keluhan nyeri punggung bawah yang menjalar hingga lutut dan disertai rasa kebas pada kaki. Pendekatan penelitian menggunakan case study dengan siklus asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil observasi sebelum intervensi pada hari pertama menunjukkan intensitas nyeri skala 5 (0–10), kesulitan mobilitas, ketegangan otot sedang, dan reaksi emosional gelisah/protektif. Selama pelaksanaan massage, pasien menunjukkan respons relaksasi, penurunan ketegangan otot, pernapasan lebih tenang, dan mengantuk. Evaluasi post-massage pada hari pertama dan kedua menunjukkan nyeri berkurang signifikan menjadi skala 2, mobilitas membaik, ketegangan otot menurun, dan pasien terlihat tenang serta mampu mempraktikkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri. Pada hari ketiga, intervensi dihentikan karena pasien telah mencapai kriteria hasil yang ditetapkan, yaitu nyeri minimal, mobilitas stabil, dan pasien dapat menerapkan teknik pengurangan nyeri secara mandiri. Kesimpulannya, massage punggung efektif dalam mengurangi nyeri punggung, meningkatkan mobilitas, menurunkan ketegangan otot, dan dapat dihentikan setelah pasien mencapai hasil yang optimal. Intervensi ini direkomendasikan sebagai metode non-farmakologis rutin untuk lansia di Puskesmas Padang Alai.
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK PADA PASIEN POST ULKUS DIABETIKUM DALAM MENGATASI KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DI RSUD Prof.M.YAMIN.SH PARIAMAN ALPICES; MECHI SILVIA DORA; ZELVIA PRAMESTI
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 8 No. 1 (2026): As-Shiha Volume 8 Nomor 1
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetic foot ulcers are chronic wounds that are difficult to heal. Tissue damage in diabetic foot ulcers is caused by neurological (neuropathy) and vascular disorders in the legs. These disorders do not directly cause diabetic foot ulcers, but rather begin with a mechanism that reduces pain sensation, causes callus formation, and reduces blood flow that carries oxygen and nutrients to the tissues. One treatment option for managing diabetic ulcers to maintain stable blood glucose levels is non-pharmacological therapy in the form of autogenic relaxation. Autogenic relaxation is a technique for relaxing the body and mind. This study used a case study method with a nursing care approach. The assessment was conducted on patients with diabetic ulcers. The nursing intervention was autogenic relaxation therapy. The results of the intervention were evaluated by measuring glucose levels before and after the relaxation. The results of the application showed that autogenic relaxation performed for 3 consecutive days can reduce random glucose levels in patients with diabetic ulcers and unstable blood glucose levels, with an average decrease of 10-15 mg/dL. It can be concluded that the application of autogenic relaxation can reduce random blood glucose levels in patients with Type 2 DM. Keywords: Diabetic ulcers, unstable blood glucose levels, autogenic relaxation