Deperman Kasmora
STIKes Piala Sakti

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN DISTRIBUTION OF NURSING SERVICE SCHEDULES AND NURSE JOB SATISFACTION IN THE INPATIENT ROOM AT RSUD PARIAMAN REGENCY KASMORA, DEPERMAN; AMELIATI, SRI; SYAHRUL
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SHIHA VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69922/asshiha.v6i1.138

Abstract

The division of duty schedules in inpatient rooms can improve the performance or satisfaction of nurses who carry them out. Job satisfaction is an important aspect that influences the performance of nurses in providing health services. Nurse job satisfaction is influenced by various factors, one of which is the division of duty schedules. This study aims to determine the relationship between the division of duty schedules and the job satisfaction of nurses in the inpatient ward of Pariaman Hospital. The method used is quantitative with a correlation design and a cross-sectional approach. This study was conducted in nine wards at Pariaman Hospital in July 2024. With a sample size of all nurses on duty in the hospital's inpatient ward. The results of the study were analyzed univariately and bivariately. Sampling was carried out using the quota sampling technique with a sample size of 84 nurses from 9 inpatient wards. Data were collected through questionnaires and analyzed using the chi-square test. The results showed that the majority of respondents had a balanced and agreed upon division of duty schedules, namely 50 nurses (59.5%) and were satisfied with their work, namely 58 nurses (69.0%). There is a significant relationship between the division of work schedules and nurse job satisfaction (p-value = 0.003 <α = 0.05). Suggestion, it is expected that hospitals can implement good management such as the division of work schedules so that the performance given by nurses can be good.
RELATIONSHIP BETWEEN DEPRESSION LEVELS AND THE ABILITY OF DAILY ACTIVITIES OF THE ELDERLY IN SABAI NAN ALUIH SICINCIN SOCIAL RESIDENCE SYAHRUL; AULIA, FAJRI FEBRINI; KASMORA, DEPERMAN
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 6 No. 1 (2025): AS-SHIHA VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69922/asshiha.v6i1.139

Abstract

Physical and psychological function decline often occurs when entering old age or also called elderly. The most common psychological problem faced by the elderly is depression. This disorder can interfere with daily activities. The purpose of this study was to determine the relationship between depression levels and the ability to carry out daily activities in the elderly at the Sabai Nan Aluih Sicincin Social Home. This type of research is quantitative with an analytical research method with a Cross-sectional approach. This research was conducted at the Sabai Nan Aluih Sicincin Social Home in July 2024. Sampling was carried out using a random sampling technique with a sample size of 52 respondents. Data collection tools using questionnaires. Data analysis using the Chi Square test at the 5% level. Based on the research results obtained from respondents, 34 people (65.4%) had mild depression, 26 people (50.0%) had independent basic activity abilities. The results of the chi square analysis showed a p-value = <α = 0.05) which indicates a relationship between the level of depression and the ability of basic activities in the elderly at the Sabai Nan Aluih Sicincin Social Home. The conclusion is that there is a relationship between the level of depression and the ability of basic activities in the elderly at the Sabai Nan Aluih Sicincin Social Home. Suggestions for the administrators of the social home to provide counseling to the elderly regarding psychological management to avoid depression
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN TINGKAT STRESS DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA PASIEN RAWAT INAP RSUD PROF. M. YAMIN PARIAMAN ALPICES; DEPERMAN KASMORA; FAUZI AL FIKI
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 7 No. 2 (2025): AS-SHIHA VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit gastritis sering dijumpai dengan prevalensi yang tinggi di masyarakat. Berbagai faktor risiko dapat memicu gastritis, termasuk pola makan yang kurang sehat dan kondisi psikologis seperti stres. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola makan dan tingkat stres dengan kejadian gastritis pada pasien rawat inap di RSUD Prof. H. Yamin. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel terdiri dari 55 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling probabilitas. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur pola makan, tingkat stres, dan kejadian gastritis. Penelitian dilaksanakan di Nagari Balah Air Timur pada 15–22 September 2025, dan data dianalisis menggunakan uji Chi‑Square. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara pola makan dan kejadian gastritis pada pasien di Bangsal Penyakit Dalam dan Bedah RSUD Prof. M. Yamin Pariaman tahun 2025 (uji Chi‑Square p = 0,730; p > 0,05). Demikian pula, tidak ditemukan hubungan bermakna antara tingkat stres dan insiden gastritis (uji Chi‑Square p = 0,092; p > 0,05). Dengan demikian, penelitian ini tidak memperlihatkan kaitan signifikan antara pola makan maupun tingkat stres dengan kejadian gastritis pada pasien yang dirawat di bangsal tersebut pada tahun 2025. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kaitan pola makan dan stres dengan gastritis serta sebagai rujukan bagi responden untuk menjaga pola hidup sehat, khususnya kebiasaan makan.
ASUHAN KEPERAWATAN HOMECARE PADA Ny.S DENGAN PEMBERIAN SEDUHAN AIR BAWANG PUTIH UNTUK MENURUNKAN TEKANANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KURAITAJI TAHUN 2025 DEPERMAN KASMORA; MECHI SILVIA DORA; DOLIANA PUTRI
As-Shiha : JOURNAL OF MEDICAL RESEARCH Vol. 7 No. 2 (2025): AS-SHIHA VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Piala Sakti Pariaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan faktor resiko utama penyakit kardiovaskular yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistemik baik sistolik maupun diastolik. Dikatakan hipertensi jika tekanan darah berada lebih dari 140/100 mmHg.Data WHO 2023 menyebutkan bahwa 1,28 milyar orang berusia 39-79 tahun menderita hipertensi, dan angka ini diperkirakan terus bertambah.Penatalaksaan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis.Terapi non farmakologis dinilai lebih aman,salah satunya melalui pemanfaatan tanaman herbal seperti bawang putih(Allium Sativum L.)Bawang putih mengandung senyawa aktif allicin,ajoene,dan sulfur yang yang berperan dalam menurunkan tekanan darah cara vasodilatasi serta mengencerkan darah.Tujuan dari asuhan keperawatan keperawatan adalah pemberian seduhan air bawang putih untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.Hasil penerapan asuhan keperawatan pada Ny.S menunjukan adanya perurunan tekanan darah setelah diberikan seduhan air bawang putih secara rutin.Metode penelitian berupa studi kasus dengan pengkajian, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan sellama tiga hari (30-01 Selptelmbelr). Intelrvelnsi dilakukan delngan membelrikan relbusan air bawang putih dua kali selhari. Pelmbelrian selduhan air bawang putih telrbukti belrpelngaruh dalam melnurunkan telkanan darah pada pasieln hipelrtelnsi, intelrvelnsi ini dapat dijadikan salah satu telrapi komplelmelntelr yang mudah dan aman untuk ditelrapkan dilingkungan rumah,Selduhan air bawang putih dapat dianjurkan selbagai telrapi tambahan bagi pasieln hipelrtelnsi delngan teltap melmpelrtahankan pola hidup selhat.Pelrawat diharapkan dapat melmbelrikan eldukasi melngelnai cara pelmbuatan selduhan air bawang putih, seldangkan pelnellitian lelbih lanjut diharapkan dapat dilakukan lelbih luas lagi untuk melmpelrkuat elfelktivitasnya.