Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implikasi Pemungutan Suara Ulang Terhadap Pemilu (Studi Kasus: Tps 2 Kelapa Lima, Kota Kupang Pada Pemilihan Gubernur 2024) Greggy Adiovico Rairutu; Ananias R. P. Jacob; Frans W. Muskanan; Syahrin B. Kamahi
Journal on Pustaka Cendekia Informatika Vol. 3 No. 2 (2025): Journal on Pustaka Cendekia Informatika: Volume 3 Nomor 2 June-September Tahun
Publisher : PT Pustaka Cendekia Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pctif.v3i2.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengawasan pemilu di TPS 02 Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, pada Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2024 serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penurunan drastis partisipasi pemilih dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta wawancara semiterstruktur bersama perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kupang, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan pemilih lokal. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengawasan pemilu secara normatif telah memiliki standar yang jelas, namun dalam praktiknya mengalami kendala operasional akibat penumpukan pemilih yang memicu kelalaian verifikasi administratif oleh petugas KPPS. Dampaknya, terjadi kecolongan pengawasan berupa lolosnya 14 pemilih pindahan tanpa dokumen resmi (Formulir A5), yang kemudian melandasi rekomendasi Bawaslu untuk melaksanakan PSU. Pelaksanaan PSU pada 5 Desember 2024 memicu penurunan drastis partisipasi pemilih dari 71,91% menjadi 38,74%. Penurunan keikutsertaan ini disebabkan oleh gejala kelelahan politik (political fatigue), minimnya waktu persiapan, kurangnya sosialisasi, serta munculnya skeptisisme dan penurunan kepercayaan publik terhadap profesionalisme penyelenggara pemilu. Implikasi bagi demokrasi lokal menunjukkan adanya pembelahan perilaku pemilih menjadi kelompok spektator yang tetap adaptif dan kelompok apatis baru pasca-PSU.
Mobilisasi Politik Caleg Terpilih PDI Perjuangan Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024 di Kota Kupang Alexandro J. Ndapaduu Daepanie; Frans W. Muskanan; Rex Tiran; Ananias R.P Jacob
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.192

Abstract

Pemilihan Umum Legislatif merupakan sarana penting dalam demokrasi untuk menentukan wakil rakyat di lembaga legislatif. Keberhasilan calon legislatif dalam pemilu sangat dipengaruhi oleh strategi mobilisasi politik yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mobilisasi politik calon legislatif terpilih Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) pada Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2024 di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama lima calon legislatif terpilih PDI Perjuangan serta masyarakat pemilih. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori mobilisasi politik Stevano Bartolini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan caleg PDI Perjuangan dipengaruhi oleh mobilisasi politik yang efektif melalui mobilisasi massa, pemanfaatan sumber daya ekonomi, dan mobilisasi simbolik. Strategi tersebut dilakukan baik secara langsung melalui sosialisasi dan kampanye tatap muka, maupun secara tidak langsung melalui media sosial dan jaringan politik lokal. Mobilisasi politik yang terstruktur dan berbasis jaringan sosial menjadi faktor utama dalam memenangkan dukungan pemilih.