Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence terhadap Pola Belajar dan Berpikir Kritis Mahasiswa di Era Digital M. Abizhard Al-Farizi; Hardini Novianti; Junia Kurniati; Rido Zulfahmi
JSI: Jurnal Sistem Informasi (E-Journal) Vol 18 No 1 (2026): JSI: Jurnal Sistem Informasi (E-Journal)
Publisher : Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18495/jsi.v18i1.409

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi telah menimbulkan perubahan signifikan terhadap pola belajar siswa. Penelitian ini bertujuan meninjau secara kritis pengaruh penggunaan AI terhadap proses pembelajaran, dengan fokus pada manfaat, perubahan perilaku belajar, serta risiko ketergantungan terhadap kemampuan berpikir kritis dan integritas akademik. Metode yang digunakan adalah refleksi literatur terhadap publikasi ilmiah tahun 2023–2025 yang membahas penggunaan AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot dalam konteks pendidikan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memberikan kontribusi positif pada efisiensi belajar melalui penyediaan penjelasan adaptif, percepatan pencarian referensi, dan kemudahan akses informasi. Namun, peningkatan efisiensi tersebut disertai pergeseran pola belajar dari proses eksploratif menuju preferensi instan, sehingga aktivitas membaca mendalam, analisis, dan penyusunan argumen mandiri cenderung menurun. Beberapa literatur juga menyoroti ketergantungan risiko terhadap jawaban otomatis, melemahnya literasi kritis, serta meningkatnya potensi plagiarisme akibat penggunaan informasi yang tidak tervalidasi. Meskipun demikian, temuan penelitian menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar sebagai alat bantu pembelajaran bila digunakan secara bijak dan tidak menggantikan proses akademik yang esensial. Integrasi AI perlu diimbangi dengan penguatan literasi digital, etika akademik, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi agar teknologi ini berfungsi sebagai katalis peningkatan kualitas pembelajaran, bukan sebagai penghambat pendalaman konsep. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih seimbang mengenai penggunaan AI di pendidikan tinggi dan menegaskan bahwa efektivitas AI sangat ditentukan oleh pola penggunaannya oleh siswa.