Sururin
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Education for Women in the Majelis Taklim Yuyun Ningsih; Sururin; Erba Rozalina Yulianti
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.3381

Abstract

Majelis taklim (Islamic study groups) are informal Islamic study forums in Indonesia that play a crucial role in the religious education of the community, particularly women. Islamic education for women in majelis taklim focuses on learning and deepening religious knowledge through the study of the Quran, Hadith, fiqh, and morals. This aims to strengthen women's roles in Islam: as wives, mothers of their children, and members of society. The learning format includes lectures, discussions, and practical activities, organized regularly and scheduled by female religious teachers (ustadzah) to ensure the smooth running of majelis taklim activities. The benefits of majelis taklim activities for women include increasing religious literacy and social empowerment, with programs such as Islamic parenting courses being offered. This is the importance of Islamic education for women. However, challenges such as limited access and gender stereotypes persist. Modern developments involve online platforms and the integration of contemporary issues, such as gender equality in Islam, to expand women's participation.
Peran Keluarga dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama kepada Remaja Akhir Mahasiswa UIN Jakarta Umi Salamah; Alvita Jamilatun Munfaridah; Istiq Syah Rani; Sururin
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 4 (2026): May: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/zj898x19

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang berperan penting dalam membentuk sikap dan kesadaran beragama remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses penanaman nilai-nilai agama dalam keluarga, perkembangan kesadaran beribadah pada remaja akhir, serta pengaruh keharmonisan keluarga terhadap semangat keberagamaan mereka. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan 25 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai responden kuesioner terbuka, serta tiga mahasiswa beserta orang tuanya sebagai informan wawancara yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui Google Form dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai agama dilakukan melalui diskusi terbuka, nasihat, keteladanan, dan pembiasaan ibadah. Sebanyak 56% responden menyatakan pendekatan diskusi dan nasihat menjadi metode yang paling dominan serta lebih mudah diterima dibandingkan pendekatan yang bersifat instruktif. Sebagian besar responden (84%) telah menjalankan ibadah atas dasar kesadaran pribadi setelah mengalami proses internalisasi nilai-nilai agama sejak masa kanak-kanak. Seluruh responden juga mengakui bahwa keharmonisan keluarga berpengaruh terhadap semangat beragama karena menciptakan dukungan emosional dan suasana yang kondusif bagi penghayatan nilai-nilai keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa keluarga tetap memiliki peran sentral dalam membentuk karakter religius remaja akhir.