Syamsunasir Syamsunasir
Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Influence of Green Human Resources Management and Sustainable Environment on Organizational Performance Mediated by Corporate Social Responsibility Syamsunasir Syamsunasir; Dewi Puspaningtyas Faeni
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 5 (2025): JIMKES Edisi September 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i5.4105

Abstract

This study aims to determine the influence of Green Human Resources Management (GHRM) and Sustainable Environment on corporate social responsibility (CSR) -mediated organizational performance at financial industries. This study uses a descriptive statistical design with a quantitative approach. The population in this study is 400 employees of financial industries. The data used in this study used primary data collected directly from respondents through questionnaires and interviews with interviews. Sampling was done using the non-probability sampling method. After the calculation of the Slovin Formula, a minimum sample size of 80 employees/sample was obtained. This study uses descriptive statistical analysis methods, verifier analysis, data quality tests that include validity and reliability, hypothesis tests that include F and t tests, and determination coefficient tests that are processed using Smart PLS 4.0 software. The results show that GHRM has a positive and significant influence on organizational performance through CSR mediation, sustainable environment has a significant positive influence on organizational performance through CSR mediation, GHRM relationships mediated by CSR have a significant influence on organizational performance, sustainable environment relationships mediated by CSR are not significant on organizational performance, GHRM has a direct, negative and insignificant influence on organizational performance, and sustainable environment has a direct positive but not significant influence on organizational performance.
STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENERBANG CASA C-212 MELALUI LATIHAN OPERASIONAL BERBASIS SKENARIO UNTUK MENINGKATKAN SURVIVABILITY PADA OPERASI LARGE FORCE EMPLOYMENT TNI ANGKATAN UDARA Frendy Marshal L. Tobing; Syamsunasir Syamsunasir; I Dewa Ketut Kerta Widana
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 8 (2026): NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i8.2026.2247-2259

Abstract

Operasi Large Force Employment (LFE) menuntut penerbang pesawat angkut militer tidak hanya memiliki kemampuan teknis penerbangan, tetapi juga kemampuan kognitif, perilaku adaptif, dan koordinasi kru untuk mempertahankan efektivitas misi serta survivability dalam lingkungan operasi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan sumber daya manusia penerbang CASA C-212 TNI Angkatan Udara melalui latihan operasional serta merumuskan strategi pengembangannya untuk meningkatkan survivability pada operasi LFE. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Skadron Udara 4 TNI Angkatan Udara. Delapan informan dipilih secara purposif yang terdiri atas Instructor Pilot, Captain Pilot, Co-Pilot, dan personel pembinaan latihan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui kondensasi data, coding, kategorisasi, penyajian data, serta verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama, yaitu: (1) sistem pembinaan penerbang telah dilaksanakan secara berjenjang namun belum sepenuhnya berorientasi pada kompetensi survivability; (2) latihan operasional meningkatkan situational awareness, pengambilan keputusan, koordinasi kru, adaptabilitas, dan kesiapan mental; (3) realisme simulasi ancaman serta integrasi latihan lintas-platform masih terbatas; dan (4) sistem evaluasi masih berfokus pada keterampilan teknis dibandingkan pengukuran survivability secara multidimensional. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan Survivability-Oriented Aircrew Readiness and Evaluation (SARE) Model yang mengintegrasikan pemetaan kompetensi survivability, adaptive scenario-based training, integrasi crew resource, evaluasi berbasis bukti, dan pembelajaran organisasi berkelanjutan. Model ini memperluas penerapan Strategic Human Resource Development melalui integrasi Crew Resource Management, human factors, resilient performance, dan survivability dalam satu kerangka pengembangan sumber daya manusia penerbang pesawat angkut militer.
MANAJEMEN PERSONALIA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN KUALIFIKASI MELALUI TOUR OF AREA DAN TOUR OF DUTY UNTUK MENDUKUNG KINERJA LANUD SULTAN ISKANDAR MUDA Felix Diego Marshelo L. Tobing; Syamsunasir Syamsunasir; I Dewa Ketut Kerta Widana
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 8 (2026): NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i8.2026.2272-2277

Abstract

Manajemen personalia merupakan fungsi strategis dalam organisasi militer yang berperan dalam meningkatkan kompetensi, kualifikasi, dan kesiapan personel untuk mendukung kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program Tour of Duty (ToD) dan Tour of Area (ToA) dalam meningkatkan kompetensi dan kualifikasi personel di Lanud Sultan Iskandar Muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 30 personel yang pernah mengikuti program ToD dan ToA. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ToD dan ToA mampu meningkatkan pemahaman organisasi, kompetensi teknis dan manajerial, kemampuan adaptasi, serta keterampilan kepemimpinan personel. Program ini juga mendukung fleksibilitas sumber daya manusia dan proses kaderisasi pemimpin di lingkungan Lanud Sultan Iskandar Muda. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi beberapa kendala, seperti resistensi terhadap perubahan, belum optimalnya integrasi dengan perencanaan karier, serta keterbatasan mekanisme evaluasi kompetensi pasca-rotasi. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan ToD dan ToA dipengaruhi oleh dukungan pimpinan, sistem pembinaan personel yang terintegrasi, serta pengelolaan talenta yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, kedua program tersebut dapat menjadi instrumen strategis dalam pengembangan sumber daya manusia guna mendukung peningkatan kinerja organisasi.