Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi mengajar guru dalam pendidikan inklusif untuk menangani anak berkebutuhan khusus (ABK) di MI Roudlotul Ulum Mojosari Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas yang melaksanakan pendidikan inklusif dan anak berkebutuhan khusus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan empat strategi dalam pembelajaran ABK, yaitu pembelajaran kooperatif (cooperative learning), tutor sebaya (peer tutoring), pembelajaran langsung (direct instruction), dan penilaian formatif (formative assessment). Pembelajaran kooperatif memberikan kesempatan kepada ABK untuk belajar bersama dan terlibat dalam diskusi serta kerja kelompok. Tutor sebaya membantu ABK melalui pendampingan dan bantuan teman dalam memahami materi maupun menyelesaikan tugas. Pembelajaran langsung dilakukan melalui penjelasan bertahap, penggunaan bahasa sederhana, pengulangan, pemberian contoh, dan media pembelajaran. Penilaian formatif dilakukan melalui pengamatan proses belajar, penyesuaian tugas, pemantauan pemahaman, dan pemberian tindak lanjut. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan Gambaran empiris mengenai praktik strategi mengajar guru pada pendidikan inklusif di jenjang Madrasah Ibtidaiyah, khususnya di MI Roudlotul Ulum Mojosari Mojokerto