Gangguan siklus menstruasi merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang kerap dialami remaja putri, terutama pada masa awal menarke. Bentuk ketidakteraturan yang muncul dapat berupa polimenorea, oligomenorea, frekuensi menstruasi rendah, maupun durasi yang singkat, yang umumnya dipengaruhi oleh faktor hormonal, stres, gizi, serta gaya hidup. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi gangguan siklus menstruasi pada siswi kelas VIII SMP Putra Siliwangi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 75 remaja putri melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya gangguan siklus pada sebagian remaja, yaitu 30% polimenorea, 7% oligomenorea, sedangkan 63% memiliki siklus normal. meskipun sebagian besar remaja menunjukan siklus yang normal,proporsi yang mengalami gangguan tetap cukup signifikan. diperlukan upaya skrining banyaknya gangguan siklus menstruasi untuk meningkatkan kesadaran pemahaman remaja mengenai pentingnya pola hidup sehat guna mencegah terjadinya gangguan menstruasi. Abstract Menstrual cycle disorders are among the reproductive health problems commonly experienced by adolescent girls, especially during the early stages of menarche. The irregularities that may occur include polymenorrhea, oligomenorrhea, low menstrual frequency, and shortened duration, which are generally influenced by hormonal factors, stress, nutrition, and lifestyle. This study aims to describe the condition of menstrual cycle disorders among eighth-grade female students at SMP Putra Siliwangi. This research employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 75 female students, selected through total sampling. The research instrument used was a questionnaire that had been tested for validity and reliability.The results showed that some adolescents experienced menstrual disorders, with 30% having polymenorrhea, 7% oligomenorrhea, and 63% having normal menstrual cycles. Although the majority of students exhibited normal cycles, the proportion experiencing menstrual disorders remained quite significant. Therefore, screening efforts for menstrual cycle disorders are necessary to enhance adolescents’ awareness and understanding of the importance of maintaining a healthy lifestyle to prevent menstrual disturbances.