Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Mantra Pengobatan "Tawar" Pada Masyarakat Dayak Limbai Kabupaten Melawi Kalimantan Barat (Kajian Semiotik) Yelsi Fitri; Arni Arni; Ramadhan Kusuma Yuda
Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2025): Ksatra
Publisher : LPPM STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/75pp8h56

Abstract

This study aims to describe the meanings of icons, indices, and symbols in the “tawar” healing mantras of the Dayak Limbai community in Melawi Regency, West Kalimantan. This research employs a descriptive qualitative method with Charles Sanders Peirce’s semiotic approach. The data consist of ten healing mantras obtained through interviews and audio-recording techniques. The findings reveal 16 icons, 18 indices, and 18 symbols. Icons represent resemblance, indices indicate causal relationships, and symbols reflect cultural conventions and spiritual beliefs. These results indicate that the “tawar” mantra functions as traditional medicine as well as a form of local wisdom that can be integrated into Indonesian language learning.
Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Keterampilan Interpersonal untuk Meningkatkan Kesantunan Tindak Tutur Mahasiswa PBSI Fitriani Fitriani; Arni Arni; Lelita Ayu Rahmawati
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i2.10403

Abstract

This study aims to describe the course profile of the Pragmatics subject, specifically on speech act politeness, and to identify learning obstacles experienced by Indonesian Language and Literature Education (PBSI) students at UPGRI Pontianak. A mixed-methods approach was employed, integrating qualitative and quantitative techniques. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, enrichment book evaluation sheets, and student response questionnaires. Qualitative data from observations, interviews, and expert and student feedback were analyzed thematically, while the feasibility of the enrichment book was examined using descriptive statistics based on average validation and trial scores. The findings indicate that the Pragmatics course emphasizes students’ competencies in understanding and applying speech act politeness across academic, social, and digital contexts. However, several obstacles were identified, including the abstract nature of pragmatic theories, cultural variability in politeness interpretation, limited exposure to authentic discourse analysis, the influence of digital and colloquial language, mother tongue interference, and insufficient practice supported by contextual and local examples.
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA MASYARAKAT DI TEPIAN SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA Elva Sulastriana; Netti Yuniarti; Sri Kusnita; Herlina Herlina; Try Hariadi; Arni Arni
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i2.11003

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di wilayah tepian Sungai Kapuas, Kota Pontianak. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya penggunaan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari masyarakat, serta kurangnya kesadaran dalam menerapkan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya dalam konteks formal maupun sosial. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia secara tepat melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap: persiapan (observasi dan wawancara), pelaksanaan program (sosialisasi, edukasi kebahasaan, dan pendampingan interaktif), serta evaluasi (penilaian perubahan sikap dan praktik berbahasa). Sasaran kegiatan PKM ini adalah 15 orang masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terbentuknya sikap positif, serta meningkatnya kebanggaan terhadap bahasa nasional. Kegiatan ini berdampak positif dalam membangun kebiasaan berbahasa yang sesuai kaidah dan meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat.