Agus Firmansyah
universitas Islam negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Filsafat Pendidikan Muhammadiyah: Tauhid, Hakikat Manusia, dan Sumber Ilmu Sebagai Landasan Reformasi Pendidikan Islam Muklisin; Nur Hakim; Yumidiana Tya Nugraheni; Agus Firmansyah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1116

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang berperan penting dalam reformasi pendidikan Islam di Indonesia melalui pengembangan sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan modern. Namun, kajian mengenai filsafat pendidikan Muhammadiyah masih cenderung membahas aspek historis, kelembagaan, atau pemikiran tokoh secara parsial, sehingga analisis yang mengintegrasikan landasan ontologis, antropologis, dan epistemologis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis filsafat pendidikan Muhammadiyah melalui konsep tauhid, hakikat manusia, dan sumber ilmu sebagai landasan reformasi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari dokumen resmi Muhammadiyah, meliputi Anggaran Dasar Muhammadiyah, Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, dan Pedoman Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah, serta didukung oleh berbagai artikel ilmiah. Data dianalisis menggunakan qualitative content analysis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Muhammadiyah dibangun atas integrasi tauhid sebagai orientasi nilai, manusia sebagai hamba Allah sekaligus khalifah fil ardh, serta konsep sumber ilmu yang menempatkan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber utama yang dikembangkan melalui akal, pengalaman, dan penelitian ilmiah. Ketiga landasan tersebut membentuk paradigma pendidikan integratif yang menolak dikotomi ilmu agama dan ilmu umum serta menjadi fondasi pengembangan kurikulum, pembentukan karakter, dan pendidikan Islam berkemajuan yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan abad ke-21.