Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementation of Disaster Safe Education Unit (SPAB) At Quwwatul Islam Yogyakarta Al-Qur’an Education Park (TPA) Yumidiana Tya Nugraheni; Agus Firmansyah
Journal of Contemporary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Contemporary Islamic Education
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is one of the efforts to reduce disaster risk in educational institutions, especially Al-Qur'an Education Park (TPA). This research is a qualitative research with a case study type. Obtaining data is done by observation, documentation, and interviews. As for data analysis, it consists of data codes, data displays, and conclusions. This study aims to find out the implementation of SPAB in educational units, especially at Quwwatul Islam Al-Qur'an Education Park (TPA) and to find out the obstacles to implementing SPAB in Quwwatul Islam Al-Qur'an Education Park (TPA). The results of the research are: the implementation of SPAB in Quwwatul Islam Al-Qur'an Education Park (TPA) is carried out for four days with SPAB facilitators.. The SPAB training produced disaster risk maps, preparedness teams, earthquake emergency programs, action plans, and evacuation routes. Obstacles to the implementation of the SPAB internalization of the 10 steps of SPAB have not been fully understood, and additional training is needed to strengthen it.
Pendidikan Spiritualitas-Religius Perspektif Al-Qur’an (Studi Tematik Kisah Zakariya) Yumidiana Tya Nugraheni; Agus Firmansyah; Dede Dian
Jurnal Al-Manar Vol 12 No 1 (2023): Juni
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36668/jal.v12i1.495

Abstract

Pendidikan Islam yang idealnya mampu mengembangkan tiga kecerdasan tersebut malah cenderung untuk mengembangkan salah satu dari kecerdasan tersebut. Hal tersebut dapat ditinjau dari berbagai yang berkaitan dengan rendahnya kecerdasan emosional dan spiritual. Kecerdasan spiritual dan emosioanl tersebut dapat digali dari kisah para Nabi dan rasul. Penelitian merupakan penelitian kepustakaan. Analisis yang digunakan adalah analisis tafsir tematik. Sumber penelitian adalah tafsir Furqan karya A. Hassan, Tafsir al-Qur’an karim Karya Mahmud Yunus, dan al-Qur’an dan Maknanya karya Quraish Shihab. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tafsir tematik kisah Nabi zakariya dan nilai-nilai Spiritual-religius dalam kisah tersebut. Hasil penelitian mennjelaskan bahwa kisah nabi zakariya terdapat pada 22 ayat yang tersebar dalam empat surat yaitu Q.S. ali Imran, Q.S. al-an’ am, Q.S. Maryam, dan Q.S. al-Anbiya. Adapun nilai-nilai spiritual-religius yang terdapat kisah tersebut yaitu tawakkal, sabar, dzikrullah.
Implementation of Disaster Safe Education Unit (SPAB) At Quwwatul Islam Yogyakarta Al-Qur’an Education Park (TPA) Yumidiana Tya Nugraheni; Agus Firmansyah
Journal of Contemporary Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Journal of Contemporary Islamic Education
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is one of the efforts to reduce disaster risk in educational institutions, especially Al-Qur'an Education Park (TPA). This research is a qualitative research with a case study type. Obtaining data is done by observation, documentation, and interviews. As for data analysis, it consists of data codes, data displays, and conclusions. This study aims to find out the implementation of SPAB in educational units, especially at Quwwatul Islam Al-Qur'an Education Park (TPA) and to find out the obstacles to implementing SPAB in Quwwatul Islam Al-Qur'an Education Park (TPA). The results of the research are: the implementation of SPAB in Quwwatul Islam Al-Qur'an Education Park (TPA) is carried out for four days with SPAB facilitators.. The SPAB training produced disaster risk maps, preparedness teams, earthquake emergency programs, action plans, and evacuation routes. Obstacles to the implementation of the SPAB internalization of the 10 steps of SPAB have not been fully understood, and additional training is needed to strengthen it.
Toleransi Beragama Perspektif Kerajaan Safawi Pada Era Kebijakan Shah Abbas I Muhammad Arif Robani; Yumidiana Tya Nugraheni
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 03 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan toleransi beragama pada pemerintahan Shah Abbas I mempunyai peran penting untuk mengatur hubungan dengan kelompok Sunni serta kelompok non-Muslim, seperti Kristen Armenia, Yahudi, dan Zoroastrian. Kebutuhan untuk memperkuat kekuasaan domestik, meningkatkan kekuatan diplomasi, dan memanfaatkan kontribusi ekonomi kelompok non-Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang mendasari toleransi beragama, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan tersebut, dan nilai dampak kebijakan tersebut terhadap masyarakat Safawi. Studi ini menggunakan pendekatan historis dan metodenya adalah library research. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andrew J. Newman berjudul “Safavid Iran: Rebirth of a Persian Empire” didalamnya membahas tentang peran umat Kristen Armenia dalam perdagangan di wilayah kerajaan Safawi yang dimana itu merupakan bentuk toleransi beragama pada masa pemerintahan Shah Abbas I kepada selain umat Islam, mereka diperbolehkan melakukan aktivitas perdagangan di wilayah Kerajaan Safawi. Sedangkan peneliti menemukan hasil penelitiannya ini bahwa toleransi beragama Shah Abbas I bersifat pragmatis, lebih didasarkan pada kebutuhan politik dan ekonomi dibandingkan prinsip pluralistik. Misalnya, kebijakan terhadap umat Kristen di Armenia yang memperbolehkan berdagang namun model toleransi tersebut didorong oleh kepentingan bisnis internasional dan keuntungan strategis kerajaan.
Filsafat Pendidikan Muhammadiyah: Tauhid, Hakikat Manusia, dan Sumber Ilmu Sebagai Landasan Reformasi Pendidikan Islam Muklisin; Nur Hakim; Yumidiana Tya Nugraheni; Agus Firmansyah
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1116

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang berperan penting dalam reformasi pendidikan Islam di Indonesia melalui pengembangan sistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan modern. Namun, kajian mengenai filsafat pendidikan Muhammadiyah masih cenderung membahas aspek historis, kelembagaan, atau pemikiran tokoh secara parsial, sehingga analisis yang mengintegrasikan landasan ontologis, antropologis, dan epistemologis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis filsafat pendidikan Muhammadiyah melalui konsep tauhid, hakikat manusia, dan sumber ilmu sebagai landasan reformasi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari dokumen resmi Muhammadiyah, meliputi Anggaran Dasar Muhammadiyah, Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, dan Pedoman Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah, serta didukung oleh berbagai artikel ilmiah. Data dianalisis menggunakan qualitative content analysis melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Muhammadiyah dibangun atas integrasi tauhid sebagai orientasi nilai, manusia sebagai hamba Allah sekaligus khalifah fil ardh, serta konsep sumber ilmu yang menempatkan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber utama yang dikembangkan melalui akal, pengalaman, dan penelitian ilmiah. Ketiga landasan tersebut membentuk paradigma pendidikan integratif yang menolak dikotomi ilmu agama dan ilmu umum serta menjadi fondasi pengembangan kurikulum, pembentukan karakter, dan pendidikan Islam berkemajuan yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan abad ke-21.