Nisa Hafzhiyah Hasibuan
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Revitalisasi Youtube dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi: Studi Kasus pada Mahasiswa UINSU Nisa Hafzhiyah Hasibuan; Yahfizham
Vilvatikta: Jurnal Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/vilvatikta.v3i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan model pemanfaatan YouTube dalam pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi, mengidentifikasi bentuk respons mahasiswa terhadap video yang diproduksi, dan merumuskan implikasi pedagogisnya. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kualitatif pada 34 mahasiswa semester IV Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Data bersumber dari video tugas mahasiswa yang diunggah ke YouTube, jejak keterlibatan berupa komentar, tanda suka, dan jumlah penayangan, serta refleksi wawancara setelah kegiatan. Data dianalisis secara tematik melalui pengorganisasian data, pengodean, pengelompokan pola, interpretasi, dan triangulasi antarsumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan YouTube berlangsung melalui lima tahap: kurasi dan orientasi, produksi video, publikasi, umpan balik sejawat, dan refleksi kelas. Dari 34 mahasiswa, 12 orang (35,3%) memberikan kritik konstruktif, 10 orang (29,4%) memberi dukungan motivasional, dan 12 orang (35,3%) menyampaikan respons repetitif atau minim elaborasi. Proses produksi dan penelaahan video membantu mahasiswa menyadari bahwa ketepatan berbahasa lisan ditentukan oleh kaidah sekaligus konteks tutur. YouTube juga mendorong kreativitas dan kolaborasi, tetapi metrik popularitas tidak dapat diperlakukan sebagai ukuran tunggal hasil belajar. Temuan ini menegaskan perlunya rubrik analitik, moderasi komentar, perlindungan privasi, dan refleksi terstruktur agar YouTube berfungsi sebagai lingkungan belajar, bukan sekadar ruang publikasi.