Pipit Festi
Muhammadiyah University of Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis Of The Effect Of Service Quality Dimensions On Patient Satisfaction With Empathy As A Dominant Factor At Al-Irsyad Hospital Surabaya In 2025 Suwardi; Pipit Festi; Mochamad Mockhlas
Global Journal of Health Administration Vol 2 No 1 (2026): June
Publisher : LP2IHKI UMSurabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background : Patient satisfaction is one of the important indicators in evaluating hospital service quality. Service quality dimensions such as tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy are considered factors that may influence patient satisfaction. Aim s : This study aims to analyze patient satisfaction with services at Al-Irsyad Hospital Surabaya in 2025. Methods : This study used a cross-sectional design with a population of 4,875 patients and a sample of 110 respondents selected through purposive sampling. The research was conducted in July 2025. Data were collected using a questionnaire based on service quality dimensions, namely tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Statistical analysis was performed using the Chi-Square test and multivariate logistic regression analysis. Results : The Chi-Square test results showed significant relationships between reliability (p=0.021), assurance (p=0.015), and empathy (p=0.008) variables with patient satisfaction (p<0.05). Meanwhile, tangible and responsiveness variables did not show significant relationships with patient satisfaction. Multivariate logistic regression analysis identified empathy as the most dominant factor affecting patient satisfaction (p=0.003; OR=9.472). Conclusion : Improving hospital service quality should focus on strengthening interpersonal communication, increasing individual attention to patients, and improving the competence and professional attitude of health workers to provide patient-centered services.   Keywords : Patient satisfaction, service quality, SERVQUAL, hospital.   Abstrak Latar Belakang : Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit. Kualitas pelayanan yang mencakup dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy dapat memengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien terhadap pelayanan di Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya Tahun 2025. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 4.875 pasien dan sampel penelitian sebanyak 110 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 20252. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berdasarkan dimensi kualitas pelayanan (tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi logistik multivariat. Hasil : Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara variabel reliability (p=0,021), assurance (p=0,015), dan empathy (p=0,008) dengan kepuasan pasien (p<0,05). Sementara itu, variabel tangible dan responsiveness tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil uji regresi logistik multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien adalah empathy (p=0,003; OR=9,472). Kesimpulan : Pihak rumah sakit perlu meningkatkan mutu pelayanan melalui penguatan komunikasi interpersonal, peningkatan perhatian individual kepada pasien, serta peningkatan kompetensi dan sikap profesional tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.   Kata Kunci : Kepuasan pasien, kualitas pelayanan, SERVQUAL, rumah sakit.
Analysis Of Inpatient Service Development Strategies At Al Irsyad Hospital Surabaya Using Swot Analysis Flora Fidelia; Pipit Festi; Rachmad Cahyadi
Global Journal of Health Administration Vol 2 No 1 (2026): June
Publisher : LP2IHKI UMSurabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/gjha.v2i1.32068

Abstract

Abstract Background : Increasingly fierce competition in the healthcare sector requires hospitals to adopt effective development strategies to improve service quality and competitiveness. The inpatient unit is one of the key services contributing to a hospital’s performance; therefore, regular strategic analysis is necessary. Aims : To analyse the strategic position of the inpatient services at Al Irsyad Hospital in Surabaya using the SWOT method and to formulate a development strategy. Methods : A cross-sectional quantitative analysis utilising secondary data from L  Hospital personnel and attendance records. All 39 structural officials who are currently in office were included in the total sampling. Spearman correlation, the Mann-Whitney U test (X3), and multiple linear regression with log(Y+1) transformation were used to analyse the data in order to address the dependent variable's non-normality. Results : An IFAS score of 3.20 and an EFAS score of 3.10 indicate internal and external conditions that support the development of services. The SWOT analysis yielded coordinates (1.80; 1.50), placing the inpatient service in Quadrant I. This position indicates that the hospital possesses significant internal strengths and high external opportunities. Conclusion : The recommended strategy is an aggressive strategy (SO), encompassing improvements in service quality, the development of flagship services, the optimisation of digitalisation, the enhancement of staff competencies, and the modernisation of healthcare facilities to improve service quality and the hospital’s competitiveness. Keywords : SWOT, IFAS, EFAS, Development Strategies, Inpatient Care.   Abstrak Latar Belakang : Persaingan layanan kesehatan yang semakin ketat menuntut rumah sakit untuk memiliki strategi pengembangan yang tepat guna meningkatkan mutu pelayanan dan daya saing. Unit rawat inap merupakan salah satu layanan utama yang berkontribusi terhadap kinerja rumah sakit sehingga perlu dilakukan analisis strategis secara berkala Tujuan : Menganalisis posisi strategis pelayanan rawat inap Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya menggunakan metode SWOT dan merumuskan strategi pengembangannya. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sebanyak 50 responden yang terdiri atas manajemen rumah sakit, dokter spesialis, perawat, pasien rawat inap, dan keluarga pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis dilakukan menggunakan matriks IFAS dan EFAS. Hasil : Skor IFAS sebesar 3,20 dan EFAS sebesar 3,10 menunjukkan kondisi internal dan eksternal yang mendukung pengembangan pelayanan. Perhitungan SWOT menghasilkan koordinat (1,80; 1,50) yang menempatkan pelayanan rawat inap pada Kuadran I. Posisi ini menunjukkan bahwa rumah sakit memiliki kekuatan internal yang besar dan peluang eksternal yang tinggi. Kesimpulan : Strategi yang direkomendasikan adalah strategi agresif (SO), meliputi peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan layanan unggulan, optimalisasi digitalisasi, peningkatan kompetensi SDM, dan modernisasi fasilitas kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan serta daya saing rumah sakit. Kata Kunci : SWOT, IFAS, EFAS, Strategi Pengembangan, Rawat Inap.
The Effect Of Healthcare Workers’ Hand Hygiene Compliance On The Incidence Of Phlebitis Mother And Child Hospital, Tulungagung Rois Hartitin Ningsih; Pipit Festi
Global Journal of Health Administration Vol 2 No 1 (2026): June
Publisher : LP2IHKI UMSurabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/gjha.v2i1.32325

Abstract

Abstract Background : Phlebitis is one of the most frequent side effects of intravenous medication, and healthcare-associated infections (HAIs) continue to be a significant indicator of hospital service quality. Although hand hygiene compliance is seen as a crucial intervention in infection control, more research is needed to determine how beneficial it is in lowering the prevalence of phlebitis. Aims : The purpose of this study was to examine how healthcare personnel' adherence to hand cleanliness practices affected the prevalence of phlebitis at FH Mother and Child Hospital in Tulungagung. Methods : This study used a cross-sectional, quantitative analytic observational strategy. The FH Mother and Child Hospital in Tulungagung's 2025 Infection Prevention and Control (IPC) annual report, which covered phlebitis incidence and hand hygiene compliance from January to December 2025, provided secondary data. The method of total sampling was used. Results : The results demonstrated a good degree of adherence, with an average hand hygiene compliance rate of 87.7%. Phlebitis was still common, though, with an average of 18.6% and a peak of 44% in December. The results of the investigation showed no significant relationship between the incidence of phlebitis and hand hygiene compliance. Conclusion : A lower incidence of phlebitis was not substantially correlated with good hand hygiene compliance. Numerous factors, such as aseptic insertion techniques, catheter care practices, patient-related diseases, and the workload of healthcare professionals, might have an impact on phlebitis. Therefore, to lower the prevalence of phlebitis and enhance patient safety, comprehensive infection prevention techniques are required. Keywords : Hand Hygiene, Phlebitis, Compliance, Healthcare-associated Infections, Hospital.   Abstrak Latar Belakang : Flebitis adalah salah satu efek samping yang paling sering terjadi akibat pengobatan intravena, dan infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIs) terus menjadi indikator penting kualitas layanan rumah sakit. Meskipun kepatuhan kebersihan tangan dianggap sebagai intervensi penting dalam pengendalian infeksi, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan seberapa bermanfaatnya dalam menurunkan prevalensi flebitis. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana kepatuhan petugas kesehatan terhadap praktik kebersihan tangan memengaruhi prevalensi flebitis di Rumah Sakit Ibu dan Anak FH di Tulungagung. Metode : Penelitian ini menggunakan strategi observasional analitik kuantitatif potong lintang. Laporan tahunan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (IPC) Rumah Sakit Ibu dan Anak FH di Tulungagung tahun 2025, yang mencakup insiden flebitis dan kepatuhan kebersihan tangan dari Januari hingga Desember 2025, menyediakan data sekunder. Metode pengambilan sampel total digunakan. Hasil : Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan yang baik, dengan rata-rata tingkat kepatuhan kebersihan tangan sebesar 87,7%. Meskipun demikian, flebitis masih umum terjadi, dengan rata-rata 18,6% dan puncaknya 44% pada bulan Desember. Hasil investigasi menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kejadian flebitis dan kepatuhan kebersihan tangan. Kesimpulan : Kejadian flebitis yang lebih rendah tidak berkorelasi secara substansial dengan kepatuhan kebersihan tangan yang baik. Banyak faktor, seperti teknik pemasangan aseptik, praktik perawatan kateter, penyakit terkait pasien, dan beban kerja tenaga kesehatan, dapat berdampak pada flebitis. Oleh karena itu, untuk menurunkan prevalensi flebitis dan meningkatkan keselamatan pasien, diperlukan teknik pencegahan infeksi yang komprehensif. Kata Kunci : Kebersihan Tangan, Flebitis, kepatuhan, Infeksi Perawatan Kesehatan, Rumah Sakit.