Muhammad Krisna Dwicahya
Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tridinanti, Kota Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS SEDIMENTASI UNTUK PERENCANAAN NORMALISASI SUNGAI KEDUKAN ULU Muhammad Krisna Dwicahya; Reni Andayani; Zuul Fitriana Umari; Okma Yendri
LATERAL: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil LATERAL
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/lateral.v4i1.809

Abstract

Sungai Kedukan adalah sungai buatan/kanal yang bermuara di sungai Ogan kemudian mengalir ke Sungai Musi dan memiliki lebar sekitar 10 m dengan kedalaman 3m yang terletak di antara permukiman warga dan menjadi kawasan yang sangat dipengaruhi oleh pasang surut sungai musi. Akibat besarnya endapan sedimen yang tidak pernah dilakukan pengerukan atau normalisasi sehingga mengecilnya kapasitas daya tampung sungai dan mengakibatkan melimpasnya air sungai hingga ke permukiman warga, maka perlu di lakukan penelitian baik mengenai perhitungan kapasitas sungai dan debit untuk perencanaan normalisasi Sungai Kedukan. Lokasi penelitian berada di Sungai Kedukan Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang. Metode penelitian yang dilakukan berupa pengumpulan data survei seperti pengukuran cross section, long section , kedalaman menggunakan alat waterpass dan rambu ukur. Pengambilan sampel sedimen menggunakan alat water sampler dan analisis yang dilakukan adalah debit dan volume sedimen dengan Metode Frijlink. Simulasi profil Sungai Kedukan menggunakan program HEC-RAS 5.0.7. 2. Besar debit sedimen dasar pada titik 1 = 2,105 x 10-5 m3/s/m’, titik 2 = 1,535 x 10-5 m3/s/m’, titik 3 = 3,104 x 10-5 m3/s/m’, dan volume sedimen dasar pada titik 1 = 5,76 x 10-4 m3/dtk, titik 2 = 2,758 x 10-4 m3/dtk, dan titik 3 1,923 x 10-4 m3/dtk. Simulasi profil Sungai Kedukan Ulu menggunakan program Hec-Ras dengan data sedimentasi menunjukan bahwa sungai masih dapat menamung air ketika kondisi curah hujan tinggi