Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Transformation of Muhammadiyah School Education Through Values-Based Leadership and the Association Ecosystem: A Model of Sustainable Competitive Advantage Through Community Trust Mediation Fadillah Sabri; Iswan Iswan; Dirgantara Wicaksono
Advances In Social Humanities Research Vol. 4 No. 2 (2026): Advances In Social Humanities Research
Publisher : Sahabat Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/adv.v4i2.542

Abstract

This research examines the effects of principal leadership (X?), the Superior Program of the Prophet’s Daily 7 Sunnahs (X?), and support from the Muhammadiyah Regional Leadership/PDM (X?) on schools’ sustained competitive advantage (Z), with public trust (Y) as a mediator, at SMA Muhammadiyah Toboali, South Bangka Regency. The research employed an explanatory survey design with 370 respondents and analyzed the data using SEM-PLS (SmartPLS 4.0) with 5,000-subsample bootstrapping. The results show that all direct effects of X?, X?, and X? on Y and Z, as well as the effect of Y on Z, are positive and significant. Mediation analysis further confirms that Y partially mediates the relationships between X?, X?, and X? and Z; therefore, all research hypotheses are supported. The model demonstrates strong explanatory power for variations in public trust and sustained competitive advantage and indicates good predictive relevance. The findings emphasize that Muhammadiyah schools’ competitiveness is strengthened by values-based leadership, the institutionalization of religious habituation as a strategic capability, and organizational support from the Muhammadiyah association that builds public trust. Practically, schools should strengthen integrative leadership, ensure the consistent implementation of the 7 Sunnahs program as an organizational culture, enhance governance synergy with PDM, and systematically manage public communication and engagement to reinforce trust as a lever for sustained competitiveness.
Rekonstruksi Pembelajaran Kemuhammadiyahan: Integrasi Desain Instruksional Modern, Strategi Experiential Learning, dan Evaluasi Holistik Berbasis Model CIPP Dodi Mario Akbar; Galih Fauzan Firdaus; Deny Asmara; Dirgantara Wicaksono
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 10: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i10.19727

Abstract

Pendidikan Kemuhammadiyahan merupakan instrumen strategis dalam membentuk karakter, ideologi, dan jiwa pergerakan peserta didik di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), sekaligus menjadi wahana transmisi paham Islam berkemajuan lintas generasi. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa desain pembelajaran mata kuliah/mata pelajaran ini masih cenderung konvensional, berorientasi pada capaian kognitif tingkat rendah (Lower Order Thinking Skills/LOTS), didominasi metode ceramah satu arah, serta kurang relevan dengan profil lulusan yang dituntut memiliki kompetensi berpikir kritis, reflektif, dan aksi sosial. Penelitian ini bertujuan merumuskan rekonstruksi pembelajaran Kemuhammadiyahan melalui tiga pilar utama, yaitu (1) pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) mengacu pada taksonomi Bloom hasil revisi Anderson dan Krathwohl; (2) penerapan model experiential learning Kolb melalui strategi dakwah lapangan; serta (3) inovasi evaluasi pembelajaran holistik berbasis model CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dipadukan dengan penilaian autentik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen kurikulum, kuesioner respons mahasiswa, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion) bersama pakar kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran meningkat signifikan ketika desain instruksional mempertimbangkan karakteristik unik peserta didik, mengintegrasikan pengalaman dakwah lapangan yang autentik, serta menerapkan asesmen berlapis yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik seperti portofolio digital, penilaian berbasis proyek, dan rubrik nilai-nilai Muhammadiyah. Inovasi ini tidak hanya memperkuat pemahaman ideologis mahasiswa, tetapi juga mendorong internalisasi nilai-nilai pergerakan—tajdid, tauhid sosial, dan teologi Al-Ma'un—ke dalam perilaku dan praksis kehidupan sehari-hari. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas dosen AIK dalam merancang instrumen pembelajaran dan evaluasi berbasis HOTS sebagai bagian dari penjaminan mutu pendidikan ideologis di Perguruan Tinggi Muhammadiyah/'Aisyiyah (PTMA).