Haswinda Harpriyanti
Universitas PGRI Kalimantan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Malabuh Masyarakat Banjar Sebagai Sumber Pembelajaran Teks Berbasis Kearifan Lokal dalam Pendidikan Bahasa Indonesia Haswinda Harpriyanti; Noor Indah Wulandari; Heppy Lismayanti
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3249

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia membutuhkan sumber belajar yang kontekstual dan berakar pada pengalaman budaya peserta didik. Salah satu sumber pembelajaran yang potensial adalah kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tradisi malabuh masyarakat Banjar sebagai sumber pembelajaran teks berbasis kearifan lokal dalam Pendidikan Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, sesepuh kampung, dan pelaku ritual, serta dokumentasi narasi lisan masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi malabuh mengandung kekayaan narasi spiritual, simbol ritual, dan nilai budaya yang relevan untuk pembelajaran teks, seperti teks narasi budaya, teks deskripsi, teks eksplanasi, dan teks laporan hasil observasi. Tradisi ini merepresentasikan relasi harmonis manusia–alam–entitas spiritual serta sistem pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Pemanfaatan tradisi malabuh sebagai sumber pembelajaran teks memungkinkan peserta didik memahami struktur dan makna teks secara kontekstual sekaligus menumbuhkan kesadaran budaya dan identitas lokal. Dengan demikian, tradisi malabuh tidak hanya berfungsi sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual, bermakna, dan relevan dengan tujuan pendidikan berbasis kearifan lokal.
Analisis Nilai Karakter dalam Lagu Anak Tradisional Banjar “Kakanakan Sungai Martapura” Riski Sugiteriyana; Haswinda Harpriyanti
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 2 (2026): IN PRESS
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i2.3410

Abstract

Traditional children's songs are part of oral literature that function not only as entertainment but also as a medium for transmitting cultural values, moral teachings, and community identity. The rapid development of digital technology has influenced children's familiarity with local traditional songs, causing many regional songs to experience a decline in use among younger generations. Therefore, scientific studies are needed to reveal the educational values contained in traditional children's songs. This study aims to analyze the character values embedded in the traditional Banjar children's song entitled “Kakanakan Sungai Martapura.” This research employed a qualitative approach with a descriptive method. The research data consisted of the lyrics of the song “Kakanakan Sungai Martapura” as primary data and relevant literature on oral literature, character education, and Banjar culture as secondary data. Data were collected through documentation, lyric transcription, translation, and identification of character values contained in the lyrics. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results revealed four main character values found in the song, namely friendliness or communicativeness, hard work, independence, and love for the homeland. These values are reflected through children's activities in interacting, playing, facing challenges in the river environment, and expressing attachment to local cultural identity. This study demonstrates that Banjar traditional children's songs contribute as a culturally based medium for character education. The utilization of traditional songs in learning activities can serve as an alternative strategy to strengthen children's moral development while preserving Banjar cultural heritage.