Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Penggunaan Mobile Payment Qris dalam Meningkatkan Penjualan UMKM di Bidang Kuliner (Studi UMKM Suryakencana Bogor) Andri Parulian Sinaga; Miskol Jannah; Try Annisa Raafigustina; Sabar Sitompul; Sofian Lusa
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 9 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i9.6913

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan media digital yang begitu pesat, maka beragam bentuk transaksi digital juga turut berkembang. Salah satu alat transaksi yang tumbuh signifikan adalah Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS). Peningkatan jumlah QRIS merchant dan QRIS user berkorelasi dengan peningkatan volume dan nominal transaksi yang diproses oleh masing-masing merchant setiap tahunnya termasuk pada UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dan menganalisis implikasi serta efektifitas penggunaan QRIS dalam meningkatkan penjualan UMKM bidang kuliner di Suryakencana Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan sesi wawancara dengan narasumber secara langsung, sampel dalam penelitian ini adalah pelaku UMKM bidang kuliner di Suryakencana Bogor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa implikasi positif diantaranya dari segi peningkatan penjualan, kemudahan dalam bertransaksi menggunakan QRIS. Dari segi efektifitas, hasil analisis dapat dikatakan efektif dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu dari segi pemahaman program, prestasi kerja, ketepatan sasaran, pencapaian tujuan, dan perubahan nyata.   Temuan ini mengimplikasikan pentingnya peningkatan literasi digital pelaku UMKM dan optimalisasi infrastruktur pendukung untuk memaksimalkan manfaat QRIS. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan, dan pelaku UMKM untuk mengatasi kendala teknis dan meningkatkan adopsi QRIS secara lebih merata.
Strengthening Security Awareness in the Era of Artificial Intelligence-Based Cyber Threats Nusandika Patria; Sopian Amir; Dana Indra Sensuse; Sofian Lusa; Nur Indrawati; Nurcholis Ramlan
International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education Vol 9 No 2 (2026): (April) Theme Education, Religion Studies, Social Sciences, STEM and Economic Dev
Publisher : Islamic Studies and Development Center in Collaboration With Students' Research Center Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ijmurhica.v9i2.465

Abstract

Artificial intelligence (AI) is developing rapidly and is increasingly being applied in various fields, including cybersecurity. However, this development also introduces new, more sophisticated threats that are difficult to detect. AI-based cyber threats, including adaptive malware, highly personalized phishing, deepfakes for identity manipulation, adaptive distributed denial of service (DDoS) attacks, and automated ransomware, are projected to escalate by 2025. These threats' complexity requires a security approach that relies not only on technology but also on human awareness as the first line of defense. In Indonesia, the 2024 Cybersecurity Landscape Report, published by the National Cyber and Crypto Agency (BSSN), shows that public and institutional awareness of information security is still relatively low. This study presents a systematic literature review of 30 articles to examine how security awareness is being strengthened in the context of AI-based cyber threats. The review identified six main categories of AI enabled threats social engineering and phishing, content manipulation and impersonation, malware and ransomware, attacks against machine learning models, service disruption, and automated AI-orchestrated attacks. In parallel, seven categories of awareness strategies were synthesized: education and training programs, gamification and simulation-based learning, policy and governance support, technical and system-level controls, collaboration and multi-stakeholder engagement, legal and ethical frameworks, and psychological or human-centric approaches. The findings highlight that strengthening security awareness requires an integrated and multidimensional approach that bridges technological, organizational, regulatory, and human-centered efforts.