Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penurunan Torsi Fleksi Siku Sebagai Indikator Fatigue Selama Serial Dumbbell Bicep Curl Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Aurelio H. Karel; Vennetia R. Danes; Fransiska Lintong; Maya E.W. Moningka; Jimmy F. Rumampuk
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7284

Abstract

Kemampuan otot untuk menghasilkan gaya akan menurun akibat kontraksi berulang, yang dikenal dengan istilah muscle fatigue. Penurunan ini dapat diukur secara objektif dengan pengukuran torsi, yang secara biomekanik menunjukkan efektivitas gaya otot terhadap sumbu rotasi sendi. Torsi fleksi siku, yang dihasilkan oleh kontraksi otot Biceps brachii, menjadi indikator penting dalam menilai performa otot ekstremitas atas. Namun, penggunaan alat pengukur torsi berbasis elektromiografi (EMG) atau alat isokinetik sering dianggap mahal dan kurang praktis untuk penelitian berskala mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan biomekanika berbasis analisis sudut eksternal dengan software Kinovea untuk menghitung torsi fleksi siku selama gerakan dumbbell bicep curl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat penurunan torsi fleksi siku yang signifikan sebagai indikator muscle fatigue selama serangkaian gerakan dumbbell bicep curl pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain within-subject repeated measures yang melibatkan 20 mahasiswa laki-laki berusia 18-25 tahun. Gerakan tiga set dumbbell bicep curl direkam dan dianalisis menggunakan Kinovea untuk menentukan sudut torsi fleksi siku, kemudian dihitung torsi secara manual. Data antar set diuji dengan Repeated Measures Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan torsi fleksi siku yang signifikan antar set (p < 0,001), dengan uji post-hoc Bonferroni menunjukkan semua perbandingan set bermakna. RPE juga meningkat seiring bertambahnya set. Torsi fleksi siku menurun secara signifikan selama serial dumbbell bicep curl, sehingga dapat digunakan sebagai indikator objektif muscle fatigue.
Hubungan Postur Tubuh Saat Bekerja dengan Nyeri Otot Postural Berdasarkan Penilaian Nordic Musculosceletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada Pegawai Administrasi di Universitas Sam Ratulangi Raina A. R. Manalu; Vennetia R. Danes; Maya E.W. Moningka; Fransiska Lintong; Jimmy F. Rumampuk
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3020

Abstract

Latar Belakang : Gangguan musculoskeletal merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh pegawai kantoran, terutama akibat dari postur tubuh yang kurang ergonomis selama bekerja dalam durasi yang panjang. Tujuan : Mengetahui hubungan antara postur tubuh saat bekerja dan nyeri otot postural berdasarkan penilaian Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada pegawai administrasi Universitas Sam Ratulangi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 97 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penilaian postur tubuh dilakukan dengan metode RULA melalui analisis foto posisi kerja, sedangkan keluhan nyeri otot dinilai menggunakan NMQ dan VAS. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori risiko sedang berdasarkan penilaian RULA. Terdapat hubungan bermakna antara postur tubuh saat bekerja dengan keluhan nyeri pada beberapat bagian tubuh, yaitu leher atas (p<0,001), leher bawah (p<0,001), bahu kiri (p=0,005), bahu kanan (p<0,001), dan lengan kanan atas (p=0,002). Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan  antara postur tubuh saat bekerja dengan nyeri otot postural berdasarkan penilaian Nordic Musculosceletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada pegawai administrasi Universitas Sam Ratulangi.