Mariati Purnama Simanjuntak
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Modul IPA Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan Niswatun Hasanah; Shela Estica Saragi; Mariati Purnama Simanjuntak
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan e-modul IPA berbasis pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar IPA yang digunakan selama ini belum memenuhi standar pembelajaran berdiferensiasi. Analisis dokumen mengungkapkan bahwa modul dan LKPD yang ada masih bersifat konvensional, didominasi teks, kurang interaktif, dan belum mengakomodasi keragaman belajar siswa. Wawancara dengan guru IPA mengidentifikasi kebutuhan mendesak terhadap bahan ajar digital yang fleksibel, menarik, dan mampu memfasilitasi diferensiasi konten, proses, maupun produk pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan pengembangan e-modul IPA "JELAJAH IPAKU" yang mengintegrasikan pendekatan diferensiasi dengan fitur multimedia dan project-based learning. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan e-modul berdiferensiasi merupakan solusi strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA yang inklusif dan relevan dengan tuntutan abad 21.
Kontekstualisasi Kurikulum Merdeka: Tinjauan Literatur Peran Problem-Based Learning (PBL) dalam Menguatkan Scientific Literacy: (Studi Kasus Pembelajaran IPA SMPN 7 Medan) Suci Asda Mutia Siregar; Judika Adventis Maleakhi Sihite; Mariati Purnama Simanjuntak
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2916

Abstract

Kurikulum Merdeka (KM) bertujuan mentransformasi pendidikan Indonesia dengan mengutamakan literasi sains dan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA, namun implementasinya terkendala pendekatan konvensional yang kurang melibatkan siswa. Penelitian ini menganalisis peran Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan literasi sains melalui tinjauan literatur sistematis dan studi kasus di SMPN 7 Medan, berfokus pada integrasi PBL dalam KM untuk mendukung penalaran ilmiah. Pendekatan kualitatif digunakan dengan desain PRISMA dan studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi (Januari-Maret 2024), wawancara, dan kuesioner needs assessment dianalisis dengan NVivo dan validasi triangulasi. Hasil menunjukkan PBL melalui tahapan orientasi masalah, penyelidikan, dan refleksi, meningkatkan kemampuan siswa menjelaskan fenomena ilmiah, mengevaluasi penyelidikan, dan menginterpretasi data. Studi kasus mengonfirmasi PBL berbasis isu lingkungan lokal meningkatkan motivasi dan kesadaran ilmiah siswa. Temuan ini mendukung transformasi pedagogis KM, menekankan pengembangan kompetensi guru dalam merancang masalah autentik untuk pembelajaran kontekstual.
Analisis Paradoks Pembelajaran IPA dan Desain Solusi Hybrid Blended Learning di Sekolah Menengah Greace Enita Purba; Irma Riavael Nasution; Mariati Purnama Simanjuntak
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2917

Abstract

Abstrak. Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut transformasi pembelajaran IPA yang berpusat pada siswa dan berorientasi pada keterampilan abad 21. Namun, cita-cita ini sering berbenturan dengan realitas keterbatasan sarana prasarana di banyak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam problematika proses pembelajaran IPA di sebuah Sekolah Menengah Pertama dan merancang solusi berbasis teknologi yang kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran satu kelas (32 siswa kelas IX) dan wawancara mendalam dengan seorang guru IPA senior. Hasil penelitian mengungkap sebuah paradoks: di satu sisi, terdapat modalitas pembelajaran kuat berupa interaksi verbal guru yang unggul dan antusiasme siswa yang tinggi; di sisi lain, potensi ini terhambat oleh kendala struktural seperti ketiadaan laboratorium IPA, dominasi metode ceramah meskipun teknologi tersedia, serta hambatan birokrasi dalam adopsi kurikulum baru. Sebagai solusi strategis, penelitian ini merekomendasikan penerapan model Hybrid Blended Learning yang terintegrasi. Model ini dirancang untuk memadukan keunggulan interaksi sinkronous (tatap muka) yang sudah baik dengan pemanfaatan sumber daya digital asinkronous (laboratorium virtual, simulasi PhET, video pembelajaran, dan proyek berbasis digital). Solusi ini diyakini tidak hanya menjembatani kesenjangan sarana, tetapi juga mengoptimalkan potensi pedagogis guru, meningkatkan partisipasi aktif siswa, dan mengakselerasi pengembangan keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication) secara sistematis.
Analisis Kebutuhan dan Pengembangan LKPD Berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam Pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan Astrida J.A Batubara; Ninta Dumaria Matanari; Mariati Purnama Simanjuntak
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan merancang pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan. Latar belakang penelitian ini adalah hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa guru belum memiliki LKPD khusus dalam pembelajaran IPA, meskipun sudah menggunakan modul ajar dan buku paket. Kondisi ini mengakibatkan pembelajaran masih berpusat pada guru dan belum mendorong keterampilan berpikir kritis serta keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang digunakan guru masih terbatas pada RPP dan modul ajar umum tanpa aktivitas eksploratif berbasis masalah. Berdasarkan analisis kebutuhan dan kajian literatur dari berbagai jurnal terkait, dirancang model pengembangan LKPD berbasis PBL yang kontekstual dan interaktif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan LKPD IPA berbasis PBL yang terintegrasi dengan fenomena kontekstual dan asesmen autentik agar sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.
A Synthesis of Research on the Implementation and Impact of the 5E Learning Cycle Model in Science Education Odor Debora Pita Uli Sinaga; Helen Veronita H; Mariati Purnama Simanjuntak
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2920

Abstract

The 5E Learning Cycle model has emerged as one of the most effective constructivist approaches for enhancing students’ engagement and conceptual understanding in science learning. This study aims to comprehensively review the application and impact of the 5E Learning Cycle model on various aspects of learning in primary and secondary education. A systematic analysis was conducted on twenty peer-reviewed articles published between 2017 and 2025 to identify how this model influences cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes. The review focuses on the effects of the 5E model on students’ science process skills, science literacy, higher-order thinking skills, problem-solving abilities, and character development. Findings reveal that the implementation of the 5E Learning Cycle, which consists of the stages of Engagement, Exploration, Explanation, Elaboration, and Evaluation, successfully creates active, constructive, and meaningful learning experiences. The model’s consistent application improves learning motivation, scientific attitudes, and conceptual mastery, with reported N-Gain values ranging from 0.37 to 0.69, indicating moderate to high improvement levels. Integrating the 5E model with learning strategies such as mind mapping, STEM-based worksheets, Quizwhizzer, and educational media further enhances its effectiveness in promoting science literacy and critical thinking. Although most studies emphasize short-term outcomes, overall findings confirm that the 5E Learning Cycle is a relevant and adaptive approach for addressing 21st-century learning challenges by fostering active engagement, deep understanding, and holistic character formation.