Suriagiri Suriagiri
UIN Antasari Banjarmasin, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembinaan Kompetensi Guru dari Perspektif Pendekatan Deep Learning Muhammad Faqih Mukaddam; Suriagiri Suriagiri
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3024

Abstract

Pengembangan kompetensi guru merupakan proses sistematis dan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi guru agar dapat mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadiannya secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelatihan kompetensi guru diselenggarakan dari perspektif pembelajaran mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Metode ini memanfaatkan literatur sebagai sumber data utama untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan kompetensi guru dari perspektif pembelajaran mendalam meliputi, pertama, pendampingan dalam pengembangan modul ajar berbasis pembelajaran mendalam. Kedua, pelatihan strategi berpikir kritis dan pembelajaran berbasis kreativitas. Ketiga, pembinaan integrasi teknologi dan AI melalui kerangka kerja TPACK. Keempat, penguatan sikap profesional dan reflektif guru. Kelima, pembentukan komunitas praktisi (Professional Learning Community – PLC).
Pembinaan Kompetensi Guru dari Perspektif Pendekatan Deep Learning: Studi Kasus di SMA Negeri 1 Kandangan Muhammad Faqih Mukaddam; Muhammad Syafi'i Hazami; Muhammad Aulia; Suriagiri Suriagiri
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3056

Abstract

Pengembangan kompetensi guru merupakan proses sistematis dan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi guru agar dapat mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadiannya secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelatihan kompetensi guru diselenggarakan dari perspektif pembelajaran mendalam di SMA Negeri 1 Kandangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan melakukan tanya jawab secara lisan dan langsung bertatap muka dengan pihak informan yaitu kepala sekolah untuk menggali informasi yang mendalam dan dibutuhkan mengenai pembinaan kompetensi guru dari perspektif pendekatan deep learning di SMA Negeri 1 Kandangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan kompetensi guru dalam perspektif pendekatan deep learning di SMA Negeri 1 Kandangan yaitu pertama dengan pengadaan pelatihan yang berkaiatan dengan deep learning. Kedua, pembentukan komunitas belajar. Ketiga, pelaksaan supervisi kepala sekolah. Keempat, penilaian kinerja guru oleh tim. Kelima, pendampingan pengawas. Keenam, memfasilitasi keikutsertaan guru dalam kegiatan MGMP. Terakhir mengikutsertakan perwakilan guru dalam kegiatan luar terkait deep learning.
Seni Membimbing dalam Perspektif Al-Qur’an dan Psikologi: Upaya Pengawas Sekolah Dalam Menghapus Stigma ‘Cari Kesalahan’ Anshar Rizqie; Suriagiri Suriagiri
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3093

Abstract

Eksistensi pengawas sekolah dalam sistem supervisi pendidikan merupakan pilar strategis yang menjamin mutu penyelenggaraan pendidikan nasional. Namun, implementasinya di lapangan sering kali terhambat oleh stigma negatif yang memposisikan pengawas sebagai pihak yang hanya "mencari kesalahan" atau menyudutkan guru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan konsep "seni membimbing" melalui integrasi perspektif Al-Qur’an dan Psikologi dapat menjadi upaya efektif untuk menghapus stigma tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa "seni membimbing" merupakan pendekatan yang menekankan bahwa seorang pengawas harus mampu membimbing diri sendiri sebelum membimbing orang lain. Pendekatan ini berlandaskan pada tiga pilar pengembangan aspek internal pengawas, yaitu: penataan niat yang tulus untuk mencari rida Allah agar terhindar dari perilaku sia-sia ; pengembangan ilmu pengetahuan yang selalu diperbarui (update) agar memiliki kredibilitas dalam memecahkan masalah ; serta pengelolaan kesehatan mental yang stabil melalui ketenangan jiwa dan zikir. Selanjutnya, strategi implementasi bimbingan di sekolah dilakukan melalui komunikasi yang lembut (qawlan layyinan) untuk meminimalisir resistensi emosional, pemberian keteladanan (uswah hasanah) untuk menumbuhkan rasa hormat alami, serta penggunaan metode debat positif sebagai sarana menyerap aspirasi dan keluhan guru secara produktif. Melalui pendekatan yang humanis dan integratif ini, pengawas sekolah diharapkan dapat mereposisi perannya dari sekadar pengawas administratif menjadi mitra strategis guru. Dengan demikian, tercipta hubungan harmonis dan dialog konstruktif yang secara kolektif berkontribusi pada pencapaian tujuan pendidikan yang bermutu tinggi.