Muhammad Faqih Mukaddam
UIN Antasari Banjarmasin, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Rekonstruksi Konsep Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Analisis Teoritis Tentang Definisi, Tujuan, Ruang Lingkup, dan Kompetensi Inti dalam Perspektif Kurikulum Merdeka Muhammad Faqih Mukaddam; Dina Hermina
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2967

Abstract

Pembelajaran PAI adalah proses penanaman nilai-nilai yang sifatnya keagamaan dengan tujuan membentuk manusia berakhlak mulia yang dalam hal ini adalah peserta didik. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti mencari informasi mengenai pembelajaran PAI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep PAI yang mencakup pengertian, tujuan, ruang lingkup, dan kompetensi inti pembelajaran PAI dalam perspektif Kurikulum Merdeka. Jurnal ini membahas mengenai konsep PAI yang mencakup pengertian, tujuan, ruang lingkup, dan kompetensi inti pembelajaran PAI dalam perspektif Kurikulum Merdeka. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Terkait dengan hal tersebut, peneliti menggunakan penelitian library research yaitu penelitian pustaka yang datanya diperoleh diantaranya dari hasil membaca buku, jurnal dan lain sebagainya. Adapun hasil penelitian bahwasanya pertama PAI dalam Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran agama yang dilaksanakan dengan cara peserta didik diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, pertanyaaan dan lain sebagainya. Kedua, tentu tujuan utama dari PAI dalam Kurikulum Merdeka adalah membentuk peserta didik yang berakhlak mulia. Ketiga, ruang lingkup pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka mencakup formal, non formal dan informal. Kemudian kompetensi pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka yaitu terdapat beberapa aspek mencakup aspek spiritual, pengetahuan, sosial, dan keterampilan. Aspek yang terpenting dan tanpa mengabaikan apsek lainnya yaitu aspek spiritual dan sosial. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat menjadi khazanah ilmu pengetahuan dan bisa menjadi sebuah bahan untuk penliti selanjutnya dalam melakukan penelitian yang serupa.
Relevansi Etika Digital Terhadap Perilaku Tanggung Jawab Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran PAI Muhammad Faqih Mukaddam; Ani Cahyadi
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2992

Abstract

Etika digital adalah tata aturan yang harus deperhatikan dalam menggunakan teknologi. Dalam penggunaan teknologi baik sebagai peserta didik maupun pendidik harus memiliki perilaku tanggung jawab. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan, peneliti mencari informasi mengenai etika digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana relevansi etika digital terhadap perilaku tanggung jawab pengggunaan teknologi dalanm pembelajaran PAI. Jurnal ini membahas mengenai etika dalam perspektif Islam, teknologi dalam pembelajaran PAI, etika digital dalam penggunaan teknologi pada PAI, tantangan etika digital dalam penggunaan teknologi pada PAI, tanggung jawab pendidik dan peserta didik dalam penggunaan teknologi pada PAI, serta relevansi etika digital terhadap perilaku tanggung jawab penggunaan teknologi dalam pembelajaran PAI. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Terkait dengan hal tersebut, peneliti menggunakan penelitian library research yaitu penelitian pustaka yang datanya diperoleh diantaranya dari hasil membaca buku, jurnal dan lain sebagainya. Adapun hasil penelitian bahwasanya etika digital sangat mempengaruhi dalam pembentukan perilaku tanggung jawab pada penggunaan teknologi. Pertama, etika digital adalah sebagai dasar pembentukan akhlak dalam dunia teknologi. Kedua, prinsip amanah dan kejujuran digital mendorong timbulnya perilaku tanggung jawab. Ketiga, etika digital Islami menjadi sebuah dasar tanggung jawab dalam memfilter konten. Keempat, etika interaksi digital mempengaruhi pada perilaku tanggung jawab komunikasi. Kelima, etika keamanan dan privasi sebagai bentuk tanggung jawab dalam melindungi data. Terakhir, prinsip maqasid Syariah mengarahkan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat menjadi khazanah ilmu pengetahuan dan bisa menjadi sebuah bahan untuk peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian yang serupa.
Konstruksi Lingkungan Pembelajaran Efektif: Studi Komparatif Islam dan Psikologi Muhammad Faqih Mukaddam; M. Ramli
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3001

Abstract

Lingkungan pembelajaran yaitu semua hal yang memberikan pengaruh tingkah laku subjek yang terlibat dalam sebuah proses pembelajaran (dalam hal ini adalah guru dan murid). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui studi komparatif antara perspektif Islam dan psikologi mengenai lingkungan pembelajaran yang efektif. Jurnal ini membahas mengenai konsep lingkungan pembelajaran, lingkungan pembelajaran yang efektif menurut Islam dan psikologi, elemen-elemen lingkungan pembelajaran yang efektif serta studi komparatif perspektif Islam dan psikologi mengenai lingkungan pembelajaran yang efektif. Terkait dengan hal tersebut, peneliti menggunakan penelitian library research yaitu penelitian pustaka yang datanya diperoleh diantaranya dari hasil membaca buku, jurnal dan lain sebagainya. Adapun hasil penelitian bahwasanya lingkungan pembelajaran yang efektif dalam perspektif Islam yaitu kondusif secara fisik dan sosial, meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar, integrasi nilai nilai islam, serta perencanaan dan pengolahan holistik. Sedangkan lingkungan pembelajaran yang efektif dalam perspektif psikologi yaitu keamanan emosional dan rasa diterima, stimulus kognitif & keterlibatan aktif, interaksi positif dan hubungan interpersonal, kondisi fisik dan manajemen kelas baik, dapat fleksibilitas & adaptasi terhadap kebutuhan individu siswa. Integrasi keduanya akan menghasilkan lingkungan belajar yang kondusif, mendukung perkembangan holistik siswa, serta pembentukan karakter dan kompetensi akademik. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat menjadi khazanah ilmu pengetahuan dan bisa menjadi sebuah bahan untuk peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian yang serupa.
Pembinaan Kompetensi Guru dari Perspektif Pendekatan Deep Learning Muhammad Faqih Mukaddam; Suriagiri Suriagiri
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3024

Abstract

Pengembangan kompetensi guru merupakan proses sistematis dan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi guru agar dapat mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadiannya secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelatihan kompetensi guru diselenggarakan dari perspektif pembelajaran mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Metode ini memanfaatkan literatur sebagai sumber data utama untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan kompetensi guru dari perspektif pembelajaran mendalam meliputi, pertama, pendampingan dalam pengembangan modul ajar berbasis pembelajaran mendalam. Kedua, pelatihan strategi berpikir kritis dan pembelajaran berbasis kreativitas. Ketiga, pembinaan integrasi teknologi dan AI melalui kerangka kerja TPACK. Keempat, penguatan sikap profesional dan reflektif guru. Kelima, pembentukan komunitas praktisi (Professional Learning Community – PLC).
Pembinaan Kompetensi Guru dari Perspektif Pendekatan Deep Learning: Studi Kasus di SMA Negeri 1 Kandangan Muhammad Faqih Mukaddam; Muhammad Syafi'i Hazami; Muhammad Aulia; Suriagiri Suriagiri
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3056

Abstract

Pengembangan kompetensi guru merupakan proses sistematis dan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi guru agar dapat mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadiannya secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelatihan kompetensi guru diselenggarakan dari perspektif pembelajaran mendalam di SMA Negeri 1 Kandangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan melakukan tanya jawab secara lisan dan langsung bertatap muka dengan pihak informan yaitu kepala sekolah untuk menggali informasi yang mendalam dan dibutuhkan mengenai pembinaan kompetensi guru dari perspektif pendekatan deep learning di SMA Negeri 1 Kandangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan kompetensi guru dalam perspektif pendekatan deep learning di SMA Negeri 1 Kandangan yaitu pertama dengan pengadaan pelatihan yang berkaiatan dengan deep learning. Kedua, pembentukan komunitas belajar. Ketiga, pelaksaan supervisi kepala sekolah. Keempat, penilaian kinerja guru oleh tim. Kelima, pendampingan pengawas. Keenam, memfasilitasi keikutsertaan guru dalam kegiatan MGMP. Terakhir mengikutsertakan perwakilan guru dalam kegiatan luar terkait deep learning.